Rabu, 21 Agustus 2019

(Buku of the Day) Asy-Syāmil fī Balāgah al-Qur'ān, Kitab Khazanah Sastra Al-Qur'an Karya Sarjana Nusantara


Kitab Khazanah Sastra Al-Qur'an Karya Sarjana Nusantara


Judul                : Asy-Syāmil fī Balāgah al-Qur'ān
Penulis             : Dr M. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA
Diterbitkan        : Lisan Arabi
Ukuran              : 17 x 24 cm
Kertas               : HVS/Hard Cover
Halaman           : Jilid I: 523 hlm; Jilid II: 525 hlm; Jilid III: 587 hlm
Peresensi          : Nine Adien Maulana, Ketua Pengurus Ranting NU Pacarpeluk, Megaluh, Jombang, Jawa Timur

Ketika Al-Qur’an telah tertulis dan terbukukan, maka kajian linguistik terhadap kitab ini menjadi keniscayaan bagi siapa saja yang ingin membuktikan keistimewaan Al-Quran dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Ayat-ayat al-Quran menjadi obyek kajian, sehingga obyektifitasnya menjadi lebih terukur. Melalui kajian ini, klaim kemukjizatan Al-Qur’an tidak semata-mata berbasis pada dogma tapi nyata impiris.

Para pengkaji Al-Qur’an dengan pendekatan linguistik semacam itu tidak harus beragama Islam. Mereka yang non-Muslim bisa saja melakukan pengkajian untuk membuktikan keistimewaan kitab ini. Jika akhirnya mereka kemudian masuk Islam setelah melakukan kajian obyek tersebut, maka hal itu semata-mata tuntutan tanggung jawab intelektual mereka dan karena hidayah Allah SWT.

Tidak berlebihan jika akhirnya para pengkaji itu kemudian menyebut Al-Qur’an sebagai kitab sastra agung yang ada di dunia ini. Hal ini semata-mata berangkat dari pengakuan bahwa kitab ini mengandung kata-kata yang sangat indah dan kalam-kalam sastranya tidak dapat ditandingi oleh apapun dan siapapaun. 

Setiap kata, frasa, klausa dan kalimatnya tersusun dengan indah, bahkan selalu mengandung makna yang mendedahkan dan menciptakan rasa. Semakin digali, ia semakin mendalam kandungannya. Semakin diarungi ia semakin tak bertepi. Semakin ditelusuri ia semakin banyak melahirkan misteri. Tak heran bila tafsir tak berhenti hingga saat ini.

Salah satu aspek kajian linguistik Al-Qur’an adalah Balaghah. Secara etimologi ia berarti sampai ke puncak, sedangkan secara terminologi Balaghah adalah menyampaikan suatu gagasan melalui ungkapan yang benar, fasih, dan menyentuh jiwa serta sesuai dengan tuntutan keadaan (kontekstual). Ia menjadi salah aspek pembukti keagungan sastra yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an. Inilah yang dibuktikan oleh Dr KH M. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA dalam karya tulisnya yang berjudul Asy-Syaamil fii Balaaghoti Al-Qur'an. 

Penulis produktif buku-buku berbahasa Arab ini dengan telaten menghimpun ayat-ayat al-Quran yang mengandung aspek Balaghah yang meliputi tiga pembahasan yaitu Bayan, Ma'ani, dan Badi'. Melalui tiga pembahasan ini, penulis yang merupakan pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang membantu pembaca bisa memperoleh pemahaman kesusastraan Al-Qur'an dengan cara lebih mudah dan simpel. Meskipun demikian, bukan berarti kitab ini singkat dalam pembahasannya dan singkat jumlah halamannya. 

Kitab ini berisi lebih dari 1500 halaman yang dikemas dalam 3 jilid kitab. Jilid pertama berisi 523 halaman. Jilid kedua berisi 525 halaman. Jilid ketiga berisi 587 halaman.  

Tidak berlebihan pula jika kita ini disebut sebagai kitab terlengkap yang membahasa kajian Balaghah Al-Qur’an. Secara garis besar penulisan pembahasan kitab ini menggunakan dua pola; pertama, mencantumkan sekolompok ayat Al-Qur’an dan kedua, menampilkan penggalan kalimat dalam ayat yang mengandung aspek balaghah tertentu lalu menganalisisnya dengan analisis dalam kitab klasik. Bisa jadi satu ayat mengadung belasan balaghoh. Ada juga yang hanya mengandung satu balaghoh saja.

Penulis kitab ini memaparkan semua aspek balaghah yang terkandung dalam dalam satu ayat saja. Inilah yang menyebabkan jumlah halaman kitab ini menjadi sangat banyak. Jika kajian balaghoh dalam ayat tersebut telah diungkapkan oleh para ulama' terdahulu, maka penulis kitab ini akan merujuk kepada pendapat  ulama' tersebut dan menampilkannya. 

Kitab ini juga dilengkapi dengan catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah teknis balaghah. Jika ada perbedaan aspek balaghoh penulis mencantumkannya dalam catatan kaki. Pada bagian akhir jilid 3, Gus Awis demikian panggilan akrab pengasuh PPDU Peterongan Jombang ini, menambahkan daftar istilah balaghoh yang ada dalam kitab ini dan definisinya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan pembaca untuk memahami istilah-istilah teknis dalam kitab ini.

Keistimewaan lain dari kitab ini adalah kata pengantarnya. Meskipun kitab ini ditulis oleh warga Negara Indonesia, namun dua Profesor Linguistik Timur Tengah berkenan memberikan sambutan kata pengantar. Prof Dr Ahmad Darwish Ibrahim Muhammad, guru besar balaghoh dan kritik sastra di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir sangat mengapresiasi kitab ini dan mengatakan bahwa kitab ini sangat membantu para pelajar dalam mengenal keindahan balaghoh Al-Qur'an. Demikian pula Prof Dr Abdurrohim Muhammad Al-Kurdi, guru besar kritik sastra modern di Universitas Kanal Suez. Kedua pakar linguistik inilah yang secara khusus memberi pengantar kitab ini. 

"Penulis kitab ini telah mengerahkan upaya yang sangat besar dan teliti dalam menampilkan wajah-wajah balaghoh Al-Qur'an.Hal ini merupakan usaha yang baik dan harus diapresiasi apalagi penulisnya bukan orang Arab.", tulis Abdurrohim dalam sambutan kata pengantarnya.

Apa yang telah dilakukan oleh penulis buku spesialis berbahasa Arab ini memang sangat patut diapresiasi. Ia telah membangkitkan kembali tradisi literasi pesantren berbahasa Arab yang telah dilakukan para kiai-kiai besar terdahulu. Merekalah yang memasyarakatkan literasi Arab melalui penggunaan tulisan pegon dalam penulisan kitab-kitab yang dipelajari di Pesantren, bahkan tidak sedikit pula yang menyusun kitab berbahasa Arab sebagaimana yang dilakukan Gus Awis ini.

Kitab ini sangat layak untuk dibaca oleh para santri, ulama', masyarakat luas dan khususnya para pengkaji balaghoh Al-Qur'an baik dari Perguruan Tinggi maupun di luar Perguruan Tinggi. Penulis kitab ini bermaksud menuntun para pencari ilmu dalam mempelajari kesastraan Al-Qur'an dan sistematika kalam ayat-ayat Al-Qur'an dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas. Inilah referensi utama bagi siapa saja yang ingin menggali analisis kajian Balaghah dalam kitab suci al-Quran. Tidak berlebihan jika kitab ini disebut sebagai Ensiklopedia Khazanah Sastra Al-Qur’an. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar