Guru Imam Junaid
Al-Baghdadi Jadi Pengemis di Pasar
Di dalam kitab
Salalim Al-Fudhola yang merupakan syarah dari Kifayatul Atqiya' dijelaskan
bahwa orang faqir terbagi menjadi tiga macam. Pertama adalah orang faqir yang
tidak meminta-minta dan tidak mau menerima pemberian orang lain. Kedua, orang
faqir yang tidak meminta-minta tapi jika diberi orang lain dia akan menerima.
Terakhir, orang faqir yang meminta pemberian dari orang lain.
"Di akhirat
kelak, orang faqir pertama akan masuk kelompok Ruhaniyyin, orang faqir kedua
bersama Muqorrobin dan orang faqir ketiga bersama Ashodiqin," ungkap KH Tb
Ahmad Rivqi, Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon saat
menyampaikan materi pengajian santri, Selasa (1/5).
Dilanjutkan Kiai
Entus, sapaan akrabnya, dikisahkan ada seorang wali besar sekaligus guru Syaikh
Junaid Al-Baghdadi, ia adalah Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri. Suatu hari, santri
Imam Junaid Al-Baghdadi memergoki Syaikh Imam Abu Ishaq sedang meminta-minta
alias mengemis di pasar. Melihat hal itu mereka merasa malu dan dengan cepat
langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Syaikh Junaid Al-Baghdadi.
"Wahai Imam
Junaid, kami merasa malu sebab melihat guru engkau, Syaikh Imam Abu Ishaq
Annuri sedang mengemis di pasar," keluh murid Syaikh Junaid Al-Baghdadi.
Mendapat aduan dari
muridnya tersebut, Syaikh Junaid Al-Baghdadi tidak kaget. Sebab ia berkeyakinan
bahwa yang dilakukan oleh Syaikh Imam Abu Ishaq Annuri itu merupakan bentuk
upaya agar orang-orang yang bersedekah kepadanya bisa mendapatkan pertolongan
dari Allah Swt, sehingga mereka bisa selamat di dunia dan akhirat karena
terhindar dari sifat kikir serta bakhil.
"Sekarang saya
mau bersedekah kepada Imam Annuri, saksikanlah oleh kalian apa yang akan
terjadi," jawab Imam Junaid.
Tidak lama kemudian
Imam Junaid langsung menimbang emas sebanyak 100 dinar dan dilebihi 1
genggaman. Setelah itu ia menyuruh santrinya untuk pergi ke pasar dan
memberikan timbangan emas tersebut kepada Imam Annuri.
"Wahai Syaikh,
kami mau bersedekah, silahkan ambil ini," ucap santri Syaikh Junaid sambil
menghaturkan emas dari Syaikh Junaid Al-Baghdadi
Sedekah tersebut
langsung diterima oleh Imam Annuri, namun kemudian menyuruh santri tersebut
agar mencari timbangan untuk menimbang sedekah yang diberikan. Setelah
diketahui jumlah sedekahnya berjumlah 100 dinar lebih 1 genggam, Imam Annuri
hanya mengambil segenggam saja dan mengembalikan sisanya yang berjumlah 100
dinar.
Santri Imam Junaid
pun pulang dan melaporkan kejadian tersebut serta mengembalikan emas 100 dinar.
Sambil menangis Syaikh Junaid berkata kepada para santrinya; itulah Ahli
Hikmah, hanya mengambil hak Allah dan mengembalikan hak manusia. []
(Aiz Luthfi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar