Teladan
Tokoh Muslim Tetap Aktual Hingga Kini
Judul
: Kisah-kisah dari
Tarikh
Penulis
: Endang Basri Astari
Cetakan
: 1977
Penerbit
: Pustaka Jaya
Tebal
: 124 Halaman
Peresensi
: Abdullah Alawi
Panglima
Khalid bin Walid tiba-tiba saja jabatannya dicopot Khalifah Umar bin Khatab
tanpa dijelaskan duduk perkaranya, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Panglima
itu kemudian hanya menjadi prajurit biasa saja.
Meski
demikian, Khalid bin Walid tidak sedikit pun luntur semangatnya dalam
menghadapi peperangan. Bagi dia, berperang bukan karena sebagai jabatan
panglima, tetapi kebesaran agama Islam dan karena Allah.
Belakangan
Umar menjelaskan bahwa mencopot Khalid itu bukan karena kesalahan, melainkan
supaya tidak tumbuh sedikit pun rasa sombong dalam dirinya. Ia juga ingin
memberi tahu kepada masyarakat Muslim waktu itu, bahwa Islam tersebar tidak
hanya karena jasa Khalid.
Bagaimana
jika peristiwa tersebut terjadi zaman sekarang di suatu negara? Mungkin sudah
geger dan menjadi isu internasional. Bahkan bisa berembus isu kudeta. Namun,
peristiwa semacam itu tidak menjadi goncangan berarti pada umat Islam, terutama
tokoh-tokohnya.
Karena
apa? Mereka dikader langsung oleh Nabi Muhammad yang selalu dibimbing wahnya.
Mereka sedari awal menyadari, posisi dan jabatan hanyalah sementara dan bukan
untuk dipertahanakan dengan darah.
Teladan
semcam itu banyak dijumpai dalam sejarah Islam. Karena mengandung nilai
kemanusiaan yang universal, rasanya tetap aktual hingga hari ini. Bahkan harus
diaktualisasi dengan terus mengisahkannya baik melalui buku, ceramah, video,
meme, infografis dan lain-lain.
Penerbit
Pustaka Jaya yang berjaya pada tahun 1970 hingga 1990-an, menerbitkan beberapa
buku terkait sejarah Nabi, sahabat dan tokoh-tokoh sejarah Islam. Isinya adalah
teladan dan hikmah yang tetap aktual hingga hari ini. Di antaranya kepemimpinan
Umar bin Khatab.
Endang
Basri Astari mengumpulkan kisah-kisah tersebut dalam buku berjudul Kisah-kisah
dari Tarikh. Di dalam buku itu memuat teladan dari Abu Bakar, sahabat yang
begitu setia kepada Nabi Muhammad dalam kondisi apa pun.
Buku
tersebut sarat dengan kisah bermuatan hikmah, yang bisa dipetik pelajarannya
tidak hanya bagi para pemimpin, tapi juga rakyat biasa. Buku ini menceritakan
kebijaksanaan, keberanian, persahabatan sejati, baiknya membalas budi, bekerja
tanpa pamrih, dan cara memimpin umat Islam. Bahkan ada kisah yang lucu dari
Khalifah Al-Mahdi.
Namun
sayangnya, buku ini tidak mencantumkan rujukan satu pun, apalagi catatan kaki
sehingga pembaca tidak dapat menelusuri kepada naskah aslinya. Meski demikian,
buku ini layak dibaca, paling tidak untuk dongeng sebelum tidur, tak hanya buat
anak-anak, tapi orang tua. []

Tidak ada komentar:
Posting Komentar