Jumat, 17 April 2020

(Ngaji of the Day) Dianjurkan Memberi Minum Orang yang Sedang Sakaratul Maut?


Dianjurkan Memberi Minum Orang yang Sedang Sakaratul Maut?

Kematian pasti akan dirasakan oleh siapa saja, baik cepat maupun lambat. Setiap Muslim pasti berharap akan mengakhiri episode kehidupan di dunia ini dengan bagus karena bagaimanapun amal seseorang akan ditentukan bagaimana kualitas penutup hidupnya.

إِنَّ العَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

Artinya: “Sesungguhnya ada hamba yang mengerjakan amal yang menurut pandangan manusia adalah amal surga namun sejatinya itu adalah kegiatan penduduk neraka. Dan ada pula orang yang menjalani kehidupan yang menurut pandangan orang-orang adalah perilaku ahli neraka, namun sebenarnya amal tersebut merupakan amal ahli surga. Yang penting pada setiap amal adalah bagaimana purnanya.” (HR Bukhari: 6493) 

Hadits di atas menjelaskan bagaimana pentingnya penutup. Detik-detik menjelang kematian seseorang merupakan ujian terbesar yang bakal dimanfaatkan iblis untuk menjadikan orang tersebut sesat dan selama-lamanya masuk neraka.

وَقَدْ رُوِيَ أَنَّ الشَّيْطَانَ لَا يكون في حال أشد على بن آدَمَ مِنْهُ فِي حَالِ الْمَوْتِ يَقُولُ لِأَعْوَانِهِ دُونَكُمْ هَذَا فَإِنَّهُ إِنْ فَاتَكُمُ الْيَوْمَ لَمْ تَلْحَقُوهُ بَعْدَ الْيَوْمِ

Artinya: “Diriwayatkan, setan tidak menggoda anak Adam melebihi hebatnya godaan pada saat orang akan meninggal dunia. Pada saat itu, setan berkata kepada teman-temannya, ‘Kumpul di sini, jika kalian tidak bisa menyesatkannya pada hari ini, kalian tidak lagi bisa menggodanya selamanya’.” (Muhammad Asyraf bin Amir Abadi, Aunul Ma’bud, [Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cetaka II, 1415 H], juz 4, halaman 287).

Orang yang sedang sakaratul maut, karena saking sakitnya perpisahan antara nyawa dengan jasad biasanya akan terasa haus yang luar biasa. Setan akan selalu menggoda menawari iming-iming berupa minuman namun dengan syarat mau menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dan lain sebagainya. 

Sebuah riwayat dari Sayid Ba’alai Al-Hadrami yang bersumber dari kitab Tuhfah menceritakan, orang yang menghadapi kematian dalam keadaan suci baik dari hadats maupun najis, akan didatangi malaikat Jibril. Orang yang akan mati juga disarankan untuk dibacakan surat yasin.

Selain itu, untuk menghindari kehausan yang menyerang, hukumnya sunnah atau bahkan wajib memberikan minuman kepada orang yang sedang sakaratul maut apabila terlihat ada tanda-tanda orang yang sakit tersebut sangat membutuhkannya. Hal ini penting dilaksanakan agar dia tidak tergoda atas iming-iming minum dari setan. 

ويجرع الماء ندباً بل وجوباً إن ظهرت أمارات تدل على احتياجه، كأن يهشّ إذا فعل به ذلك، لأن العطش يغلب لشدّة النزع، ولذلك يأتي الشيطان بماء زلال ويقول: قل لا إله غيري حتى أسقيك اهـ تحفة.

Artinya: “Dan diberi tegukan air dengan hukum sunnah bahkan menjadi wajib apabila terlihat ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa orang yang sakaratul maut sedang membutuhkannya. Di antara tanda yang muncul mungkin seperti raut muka ceria yang tampak. Sebab haus memang sedang melanda hebat karena saking beratnya naza’. Oleh karena itu setan datang dengan air yang putih seputih telur. Ia berkata ‘Katakan tidak ada Tuhan selain aku (setan) sampai aku memberikan minuman kepadamu’.” (Sayyid Ba’alawi Al-Hadrami, Bughyatul Mustarsyidin, [Maktabah Darul Fikr], halaman 151)

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan, orang yang akan meninggal, jika terlihat tanda-tanda membutuhkan uluran tangan minuman, hukumnya sunnah untuk disuapi minuman. Bahkan kalau kebutuhannya begitu kuat, bisa menjadikan hukum wajib dalam rangka kita menolongnya supaya selamat, tidak tergelincir dengan godaan setan di akhir hayat. Semoga kita diselamatkan oleh Allah dan kemudian meninggal kelak dalam keadaan husnul khatimah, amin. Wallahu a’lam. []

Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah, Semarang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar