Kamis, 25 Agustus 2016

(Hikmah of the Day) Empat Malaikat Berkunjung ke Hamba Mukmin yang Sakit



Empat Malaikat Berkunjung ke Hamba Mukmin yang Sakit

Dalam perjalanan hidup di dunia, setiap manusia pasti mengalami sakit. Adapun bagi hamba mukmin yang sakit terdapat hikmah tersembunyi sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Imamah Al-Bahili yang mengutip sabda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Ketika hamba mukmin akan mengalami sakit, Allah subhânahu wata‘âlâ mengutus empat malaikat, masing-masing dari malaikat tersebut diberi tugas yang berbeda.

Malaikat pertama diperintahkan Allah untuk mencabut kekuatan dalam raga, sehingga hamba yang mukmin itu menjadi lemah tak berdaya. Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat yang kedua untuk mencabut kelezatan rasa dalam lidahnya sehingga makanan apa pun yang masuk dalam mulutnya akan terasa pahit.

Sementara malaikat ketiga diperintahkan oleh Allah untuk mencabut kecerahan wajah, sehingga raut mukanya akan terlihat pucat. Dan malaikat terakhir diutus oleh Allah untuk mencabut semua dosanya, sehingga ia berada dalam kondisi suci dari dosa.

Ketika hamba mukmin yang sakit tersebut akan disembuhkan oleh Allah, malaikat-malaikat tadi kembali diperintahkan untuk segera mengembalikan kekuatan raga, kelezatan rasa, dan kecerahan wajah, sementara untuk malaikat yang mengambil dosa tidak diperintahkan oleh Allah untuk mengembalikannya.

Malaikat yang keempat ini kemudian bersujud dan memberanikan diri untuk bertanya kepada Allah. "Ya Allah, mengapa Engkau tidak perintahkan aku untuk mengembalikan dosa-dosa ini kepada hambamu?"

Allah pun menjawab, “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku menyulitkannya ketika sakit."

Kemudian malaikat pun kembali bertanya, “Kemanakah dosa-dosa ini harus aku simpan, Ya Rabb?"

Allah pun memerintahkan kepada malaikat tersebut untuk membuangnya ke dalam lautan, kemudian oleh Allah dosa-dosa itu dijadikan buaya dan binatang buas laut lainnya.

Sehingga ketika sudah kembali sehat, hamba mukmin yang sakit tadi menjadi seorang hamba yang bersih dari dosa, namun jika ajal menjemputnya, hamba mukmin itu wafat dalam keadaan bersih dari dosa.

Sumber: Syaikh Muhammad bin Abu Bakar, Al-Mawa'idzul 'Ushfuriyyah, (Semarang: Toha Putera Grup, tt), hal. 16

(Aiz Luthfi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar