Kamis, 06 September 2012

(Ngaji of the Day) Arti kemenangan Idul Fitri dan Kemerdekaan RI


Arti kemenangan Idul Fitri dan Kemerdekaan RI

Zainul Alim*

 

Idul Fitri adalah merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada bulan Syawal, setelah umat Islam melaksanakan sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka sungguh sangat senang dan bahagia umat Islam di saat datang hari raya Idul Fitri, karena bagi umat Islam hari raya Idul Fitri mempunyai makna yang sangat mendalam dan kehadirannyapun senantiasa disambut dengan penuh antusias.


Makna kata Idul Fitri mempunyai dua kata ‘ied dan fitri, ‘Ied artinya hari raya dan fitri artinya berbuka puasa atau lebaran, yang secara etimologis Idul Fitri berarti kembali berbuka setelah kurang lebih satu bulan umat Islam berpuasa di siang hari dan kembali seperti biasa makan, minum dan berhubungan suami istri di siang hari.


Hari raya Idul Fitri dan kemerdekaan Indonesia mempunyai falsafah yang sama yaitu simbol kemerdekaan dan hari kemenangan, Idul Fitri kali ini jatuh berdekatan dengan hari HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 67, dimana hari HUT kemerdekaan RI merupakan hari Kemenangan bangsa Indonesia, setelah lamanya bangsa indonseia dijajah oleh Belanda dan Jepang.


Kita semua sudah mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia lewat tulisan-tulisan dan buku-buku, bagaimana gigihnya pejuang dan pahlawan Indonesia dalam membebaskan Indonesia dari tangan penjajah. Bertahun-tahun bangsa Indonesia mengalami kesusahan, penindasan dan tirani oleh pihak-pihak yang berusaha mencengkeram Indonesia untuk kepentingan kekuasaan, peran pahlawan dan rakyat Indonesia yang pada saat itu membara bersatu menyatukan kekuatan untuk melawan penjajahan, mereka senantiasa berjuang dengan mengedepankan nilai-nilai keberanian, kesabaran, pengorbanan, kompetisi dan optimistis demi kemerdekaan Indonesia.


Merdeka berarti bebas dari penjajahan, bebas dari tahanan, bebas dari kekuasaan, bebas dari intimidasi dan bebas dari tekanan dari budaya serta nilai-nilai yang bertentangan dengan diri kita.


Lalu apa kaitanya hari kemerdekaan RI dengan hari raya Idul Fitri? Idul Fitri mempunyai arti kemenangan umat Islam yang merupakan sebagai puncak akhir setelah pelaksanaan ibadah puasa, kemenangan disini adalah bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian, layaknya seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa dosa.


Idul Fitri juga merupakan bentuk dari pengekspresian sebagai ”iduna ahlil Islam” (hari raya penganut Islam) sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW "yaumu aklin wa syurbin wa bahjatin" hari makan-minum serta bersuka cita, sehingga diharamkan bagi umat muslim untuk berpuasa.


Oleh karena itu, Idul Fitri mempunyai makna hari bersuka cita, gembira dan senang, maka pada hari besar itu semua orang harus terbebas dari kesedihan, kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-minta, ini bagian dari kewajiban umat muslim yang mampu untuk membayar zakat, berupa zakat fitrah dan zakat mal kepada fakir miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan dari mereka yang tidak mempunyai apa-apa agar bisa merasakan suka cita pada hari tersebut.


Namun, ironisnya Indonesia merdeka selama 67 tahun, masih banyak kesusahan, penindasan, korupsi, yang dirasakan rakyat Indonesia terlihat di depan mata, kebebasan merajalela, hukum diperjual belikan, tidak ada keadilan, dan lain sebagainya yang perlu dibenahi dan diperbaiki kembali, masih butuh belajar lebih keras untuk memahami makna kemerdekaan.


Pada kemerdekaan Indonesia ke 67, kita berharap kepada semua elemen baik pemerintah, ulama, maupun rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan semua pondasi-pondasi yang telah ditanamkan oleh para pahlawan, kita jangan hanya bisa menikmati hasil perjuangan para pahlawan terdahulu, tapi bagaimana kita dapat mempertahankan perjuangan tersebut. Semoga berkah bulan suci Ramadhan Negara Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, negeri gemah ripah loh jinawi, dapat terbebas dari belenggu-belenggu penjajah, sehingga tujuan memakmurkan rakyat Indonesia, tegaknya keadilan, dapat teralisasi. Jangan bermimpi Negara Indonesia menjadi baik kalau problematika kebangsaan seperti kemerosotan moral politik hingga keterpurukan ekonomi masih belum terselesaikan. Selamat HUT Indonesia ke 67 th. Merdeka. Wallahu a’lam bisshowab.


* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Al-Quranul Karim dan Ilmu KeIslaman, Sudan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar