Rabu, 29 Juli 2020

(Ngaji of the Day) Ini Lafal Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah

Ini Lafal Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah


Orang yang ingin berpuasa sunnah Tarwiyah (puasa sunnah pada 8 Dzulhijjah) dianjurkan untuk melafalkan niat pada malam hari. Sebelum beduk Subuh, mereka dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tarwiyah berikut ini:

 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

 

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā.

 

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

 

Adapun mereka yang ingin mengamalkan puasa Tarwiyah dan belum sempat melafalkan niatnya di malam hari dapat melafalkan niat puasa Tarwiyah pada siang harinya. Adapun lafal niat puasa Tarwiyah pada siang hari adalah sebagai berikut:

 

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā.

 

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah SWT.”

 

Ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan puasa delapan hari pertama bulan Dzulhijjah di samping anjuran puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Mereka juga menganjurkan puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) secara khusus.

 

ويسن صوم الثمانية الأيام قبله وهو المراد بقوله وعشر ذي الحجة لكن الثامن مطلوب احتياطا ليوم عرفة ولدخوله في الثمانية

 

Artinya, “Puasa selama 8 hari sebelum hari Arafah dianjurkan. Ini yang dimaksud dengan perkataan matan, ’10 Dzulhijjah’. Tetapi puasa pada 8 Dzulhijjah dianjurkan sebagai bentuk ihtiyath terhadap hari Arafah dan juga termasuk 8 hari pertama Dzulhijjah,”(Lihat Syekh Said Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, [Beirut: Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H], juz II, halaman 488).

 

Syekh M Nawawi Banten dalam Kitab Nihayatuz Zain, ([Bandung, Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 197) mengatakan, “(Kedelapan) puasa delapan hari sebelum hari Arafah (dianjurkan) bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.”

 

Wallahu a’lam. []

 

Sumber: NU Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar