Rabu, 09 November 2016

Nilai Keekonomian, Uang yang "Berputar" di Demo 4/11 Minimal Rp 25 Miliar



Sangat menarik melihat kegiatan teman-teman yang sedang mengadakan demo pada Jum'at, 04 November 2016 yang lalu. Saya tidak akan mengomentari dari sisi benar atau salahnya kegiatan demo tersebut, namun lebih tertarik dari sisi keekonomiannya. Berdasarkan berbagai macam pemberitaan, demo bertajuk 411 yang diselenggarakan pasca Shalat Jum'at ini diikuti oleh puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan ada yg mengklaim jutaan orang.

Untuk lebih memudahkan perhitungan, saya mengambil angka sekitar 200.000 orang yang ikut demo saat itu, dengan mengambil acuan dari kapasitas Masjid Istiqlal yang digunakan sebagai tempat bermula. Maka, dengan angka 200 ribu orang tersebut, berapa kira-kira uang yang berputar saat itu??? Sungguh sangat fantastis, saya menghitungnya dengan cara sangat sederhana mirip cara hitung tukang dagang lapak di pinggir jalan, yaitu Rp 25 Miliar lebih.

Hitungan sederhanya begini: Pertama, seseorang jika bepergian, maka dapat dipastikan di kantongnya atau di dompetnya akan terselip uang saku, entah 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu. Atau bahkan mungkin 1 juta atau 5 juta jika pesertanya selevel tokoh-tokoh yang terkenal dan kaya raya. Ambil sederhana misalnya 50 ribu saja per orang, maka dari uang saku saja sudah terhitung 10 Miliar.

Kedua, apabila setiap orang menghabiskan 1 botol air minum dalam kemasan (AMDK) ukuran besar (1.5 liter), maka dengan harga per botol sekitar Rp 4.500, maka 200.000 orang itu butuh Rp 900 juta. Kemudian makanan. Berkumpulnya masa dalam kegiatan demo yang "menyemut" sejak sebelum Dzuhur hingga selepas Isya', menurut perhitungan saya memerlukan 2 kali makan untuk menjaga kondisi tubuh, yakni makan siang dan makan malam. Maka, apabila satu bungkus nasi beserta lauknya seharga Rp 15.000, dibutuhkan uang 6 Miliar untuk membeli 2 bungkus nasi dikali 200.000 orang.

Belum sewa bus, yang saya hitung dari separuh peserta (100.000) dibagi 50 (jumlah kursi) dikali harga sewa bus seharian, sekitar Rp 2.000.000 per unit. Mengapa hanya separuh peserta saja yang menyewa bus? Asumsinya adalah bahwa separuhnya lagi menggunakan kendaraan pribadi. Nah, dari sewa bus saja, butuh uang  Miliar.

Perhitungan selengkapnya adalah sebagai berikut:


Nah, bagaimana, apakah anda memiliki perhitungan lain sebagai pembanding? Salam hangat selalu.

ANANTO PRATIKNO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar