Senin, 28 November 2016

(Ngaji of the Day) Al-Maidah Ayat 51 Menurut Tafsir Al-Qurthubi



Al-Maidah Ayat 51 Menurut Tafsir Al-Qurthubi

Tafsir Al-Qurthubi atau Al-Jami’ li Ahkamil Quran merupakan salah satu buku tafsir rujukan umat Islam. Muhammad Al-Qurthubi melakukan pendekatan hukum dalam tafsirnya. Kita akan melihat bagaimana pandangan ulama Spanyol abad 7 H ini terkait Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai berikut.

فيه مسألتان: الأولى- قوله تعالى: {الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ} مفعولان لتتخذوا؛ وهذا يدل على قطع الموالاة شرعا، وقد مضى في {آل عمران} بيان ذلك. ثم قيل: المراد به المنافقون؛ المعنى يا أيها الذين آمنوا بظاهرهم، وكانوا يوالون المشركين ويخبرونهم بأسرار المسلمين. وقيل: نزلت في أبي لبابة، عن عكرمة. قال السدي: نزلت في قصة يوم أحد حين خاف المسلمون حتى هم قوم منهم أن يوالوا اليهود والنصارى. وقيل: نزلت في عبادة بن الصامت وعبدالله بن أبي بن سلول؛ فتبرأ عبادة رضي الله عنه من موالاة اليهود، وتمسك بها ابن أبي وقال: إني أخاف أن تدور الدوائر. {بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ} مبتدأ وخبره؛ وهو يدل على إثبات الشرع الموالاة فيما بينهم حتى يتوارث اليهود والنصارى بعضهم من بعض.

الثانية- قوله تعالى: {وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ} أي يعضدهم على المسلمين {فَإِنَّهُ مِنْهُمْ} بين تعالى أن حكمه كحكمهم؛ وهو يمنع إثبات الميراث للمسلم من المرتد، وكان الذي تولاهم ابن أبي ثم هذا الحكم باق إلى يوم القيامة في قطع المولاة؛ وقد قال تعالى: {وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ} وقال تعالى في {آل عمران}: {لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ} وقال تعالى: {لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ} وقد مضى القول فيه. وقيل: إن معنى {بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ} أي في النصر {وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ} شرط وجوابه؛ أي أنه قد خالف الله تعالى ورسوله كما خالفوا، ووجبت معاداته كما وجبت معاداتهم، ووجبت له النار كما وجبت لهم؛ فصار منهم أي من أصحابهم.

Artinya, “Di sini terdapat dua masalah. Pertama, ‘al-yahûda wan nashârâ’ adalah maf’ul dari ‘tattakhidzû’. Hal ini menunjukkan jelas masalah ‘perwalian’ secara syara’ sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ali Imran. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang dituju oleh ayat ini adalah kelompok munafik dengan kata lain, ‘Hai orang-orang yang beriman hanya secara lahiriah’. Kelompok munafik menjadikan kelompok musyrikin sebagai pelindung. Kelompok munafik membocorkan rahasia umat Islam kepada mereka. Sebagian ulama mengatakan, ayat ini turun terkait Abu Lubabah yang diriwayatkan dari Ikrimah. As-Suddi mengatakan, ayat ini turun mengisahkan perang Uhud di mana umat Islam diselimuti kekhawatiran hingga sekelompok orang berniat menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung. Ada juga ulama yang berpendapat, ayat ini turun perihal sikap sahabat Ubadah bin Shamit dan Abdullah bin Ubai bin Salul. Ubadah berlepas diri dari perlindungan Yahudi. Sementara Abdullah bin Ubai berpegang pada perlindungan Yahudi. ‘Aku khawatir kekuasaan berganti,’ kata Abdullah bin Ubai. ‘Sebagian mereka pelindung sebagian lainnya’, mubtada dan khabar. Ini menunjukkan penetapan syara’ atas perlindungan sesama mereka bahkan satu sama lain dari Yahudi dan Nasrani dapat menerima waris.

Kedua, ‘siapa saja di antara kalian menjadikan mereka sebagai pelindung’ menjadikan mereka sebagai pembela umat Islam, (maka ia termasuk dari mereka). Artinya, status warisnya sama seperti status waris mereka, yakni terputusnya hak waris seorang Muslim dari orang yang murtad. Orang yang mengangkat mereka sebagai pelindung adalah Abdullah bin Ubai. Hukum waris ini tetap berlaku sampai hari Kiamat karena masalah perlindungan ini. Allah berfirman, ‘Jangan kalian bersandar kepada orang yang berlaku aniaya karena niscaya api neraka akan membakar kalian.’ Di dalam Surat Ali Imran, Allah mengatakan, ‘Janganlah orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pelindung.’ ‘Jangan kalian ambil selain orang kalian sebagai orang dekat.’ Penjelasan ayat ini sudah lewat. Ada ulama berpendapat perihal ‘Sebagian mereka pelindung sebagian lainnya’ sebagai pertolongan. ‘Siapa saja di antara kalian menjadikan mereka sebagai pelindung’ merupakan syarat (anak kalimat). Sedangkan jawab-nya (induk kalimat) adalah ‘ia telah menyalahi Allah dan Rasul-Nya sebagaimana mereka berlaku demikian. Ia mesti dimusuhi sebagaimana mereka. Ia mesti masuk neraka sebagaimana mereka. ia bagian dari mereka.’”

Kutipan di atas merupakan karya Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkamil Quran, Mu’assasatur Risalah, Beirut, Libanon, 1427 H/ 2006 M, juz 8, halaman 47-48. Wallahu a’lam. []

Sumber: NU Online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar