Selasa, 15 November 2016

(Ngaji of the Day) Tafsir Surat Al-Maidah 51 Menurut Ibnu Abbas



Tafsir Surat Al-Maidah 51 Menurut Ibnu Abbas

Ibnu Abbas termasuk sahabat yang dikenal dalam kepiawaiannya menafsir Al-Qur’an. Pujian dan sanjungan terhadapnya sudah sangat banyak dan melimpah. Ia adalah sahabat yang pernah didoakan Nabi SAW agar diberi kemampuan dalam memahami Al-Qur’an, hikmah, dan agama. Tak ayal bila Ibnu Umar mengatakan, “Ibnu Abbas adalah umat Nabi Muhammad SAW yang paling tahu tentang apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Al-Qur’an).”

Atas dasar itu pula, Husain Ad-Dzahabi dalam bukunya Tafsir wal Mufassirun memosisikan Ibnu Abbas RA sebagai mufassir senior dari kalangan sahabat.

Kendati dikenal sebagai ahli tafsir, Ibnu Abbas tidak seperti ahli tafsir belakangan yang menuliskan hasil pemahamannya terhadap Al-Qur’an. Ibnu Abbas hidup pada masa penulisan kitab belum menjadi tren utama. Mereka lebih banyak menyebarkan pengetahuannya lisan atau tradisi oral. Sebab itu, untuk menemukan penafsiran Ibnu Abbas kita harus merujuk kepada orang-orang yang pernah mendengar langsung dari beliau.

Di antara tokoh yang mencatat penafsiran Ibnu Abbas adalah Ali bin Abi Thalhah. Riwayat dari Ali bin Abu Thalhah ini disebut oleh Husain Adz-Dzahabi sebagai riwayat yang paling bagus (ajwadul thuruq ‘anhu). Terkait keberadaan catatan ini, Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Di Mesir ada kumpulan riwayat tafsir dari Ali bin Abi Thalhah, banyak orang ke sana untuk mencari kitab tersebut.” Saat ini, catatan Ali bin Abu Thalhah tersebut sudah dibukukan dan diberi nama Tafsir Ibnu ‘Abbas.

Mayoritas penafsiran Ibnu Abbas sudah disebutkan dalam kitab ini meskipun ia tidak menafsirkan Al-Qur’an secara utuh, rinci, lengkap, seperti kitab tafsir belakangan. Terkait surah Al-Maidah ayat 51, Ibnu Abbas tidak membicarakan ayat ini dalam konteks kepemimpinan atau pelarangan pemimpin non-Muslim, tetapi mendudukkan ayat ini dalam konteks penyembelihan dan ketidakbolehan mengikuti agama orang lain. Berikut kutipan tafsirnya:

يا أيها الذين أمنوا لاتتخذوا اليهود والنصرى أولياء بعضهم أولياء بعض ومن يتولهم منكم فإنه منهم..

قال: إنها في الذبائح، من دخل في دين قوم فهو منهم

Artinya: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai auliya’: Sebagian mereka adalah auliya’ bagi sebagian lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya’, maka sungguh orang itu termasuk golongan mereka...” Ibnu Abbas berkata, “(Ayat) Ini dalam masalah penyembelihan. Barangsiapa masuk ke dalam agama suatu kelompok, maka dia bagian dari mereka”

Ibnu Abbas tidak menafsirkan ayat ini secara panjang lebar. Ia hanya menyebut ayat ini terkait penyembelihan dan bagi siapa yang mengikuti agama lain, maka dia termasuk bagian dari mereka. Wallahu a’lam. []

Sumber: NU Online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar