Kamis, 24 November 2016

(Ngaji of the Day) Tafsir Al-Maidah Ayat 51 Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhayli



Tafsir Al-Maidah Ayat 51 Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhayli

Syekh Wahbah Az-Zuhayli sudah tidak asing di kalangan santri mulai era 1980-1990an. Karya-karyanya terutama di bidang fikih dan ushul fikih mulai dipelajari para santri di era saat itu. Tidak sedikit buah pikirannya menjadi rujukan keagamaan teurtama di kedua bidang tersebut.

Di samping menulis banyak karya di bidang fikih dan ushul fikih, Syekh Wahbah Az-Zuhayli juga menulis tafsir. Kami mengutip tafsir karya Syekh Wahbah Az-Zuhayli berikut ini terkait Surat Al-Maidah ayat 51 yang belakangan kerap dibicarakan banyak orang di Indonesia.

يا أيها المؤمنون لا تتخذوا اليهود والنصارى أصدقاء تطلعونهم على أسراركم فإنهم أعداء لكم، بعضهم أنصار بعض تخوفا من قوتكم واتحادكم، ومن يتخذهم أنصارا فقد صار منهم لرضاه بموالاة أعداء الله. إن الله لا يوفق الظالمين لأنفسهم بموالاتهم أعداءه. نزلت في عبد الله بن أبي حينما قال: إني رجل أخاف الدوائر ولا أبرأ من ولاية اليهود، وأما عبادة بن الصامت فقد تبرأ من ولاية اليهود، وآوى إلى الله ورسوله فنزلت فيهما الآية

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jangan kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai teman dekat yang Kalian perlihatkan rahasia kalian kepada mereka karena mereka adalah musuhmu. Sebagian mereka terhadap sebagian lain saling membantu karena khawatir kekuatan dan persatuanmu. Siapa saja di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai penolong, maka ia bagian dari mereka karena ia merelakannya dengan menjadikan musuh Allah sebagai penolong. Allah tidak memberikan taufik kepada orang yang menganiaya diri sendiri dengan menjadikan musuh-Nya sebagai penolong. Ayat ini turun ketika Abdullah bin Ubay mengatakan, ‘Aku takut zaman berganti. Aku tidak melepaskan diri dari persahabatan dengan Yahudi.’ Sementara Ubadah bin Shamit menyatakan berlepas diri dari persahabatan dengan Yahudi dan berlindung kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu ayat ini turun perihal keduanya.”

Catatan ini kami kutip dari At-Tafsirul Wajiz ala Hamisyil Quranil Azhim, Darul Fikr, Damaskus, Suriah, halaman 117. Catatan tafsir di atas menegaskan ketergantungan dan kepasrahan orang beriman hanya kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi stabil maupun peralihan zaman.

Di samping menjelaskan Surat Al-Maidah ayat 51 dengan parafrase, Syekh Wahbah juga menyebutkan asbabun nuzul ayat ini di akhir ulasannya. Karya Syekh Wahbah ini dapat memperkaya pemahaman kita terhadap sebuah ayat Al-Quran. Wallahu a‘lam. []

Sumber: NU Online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar