Rabu, 23 November 2016

(Ngaji of the Day) Tafsir Al-Maidah Ayat 51 Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani



Tafsir Al-Maidah Ayat 51 Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menulis banyak karya tasawuf dan fiqih. Tetapi belakangan ini sejumlah filolog menemukan naskah yang memuat manuskrip berisi teks tafsir Al-Quran yang kemudian dinisbahkan kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Tafsirul Jailani ini dicetak yang kemudian beredar ke tangan kita sekarang berjumlah empat jilid. Tafsirul Jailani terbilang lengkap. Syekh Abdul Qadir menafsirkan Al-Quran ayat per ayat sehingga hampir tidak satupun ayat luput dari penafsiran.

Pada kesempatan berikut ini kami kutipkan Tafsirul Jailani perihal Surat Al-Maidah ayat 51. Kita akan melihat pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أي مقتضى إيمانكم أن لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ أي توالونهم وتصاحبونهم مثل موالاة المؤمنين ولا تعتمدوا ولاتثقوا بودادتهم ومودتهم إذ هم بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ أي متظاهرون متعاونون ينتهزون الفرصة لمقتكم وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ أي ويعتمد عليهم مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ أي من جملتهم وعدادهم عند الله إِنَّ اللَّهَ أي المطلع لضمائر عباده لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ أي المجاوزين عن مقتضى أوامر الله، المرتكبين لمناهيه، فكيف لا يكون المتولون معهم من زمرتهم.

Artinya, “(Hai orang-orang beriman) seseuai keimananmu. (Jangan kalian jadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung) kalian menjadikan mereka sebagai pelindung dan bersahabat dengan mereka sebagaimana kalian menjadikan orang beriman sebagai pelindung. Jangan kalian bersandar dan memercayakan cinta dan persahabatan mereka karena mereka (sebagian mereka terhadap sebagian lainnya menjadi pelindung) mereka saling membahu dan membantu. Mereka menunggu kesempatan karena benci mereka terhadapmu. (Siapa menjadikan mereka pelindung) bersandar kepada mereka (di antara kamu, maka sesungguhnya ia termasuk dari mereka), termasuk jumlah sebagian besar mereka dan salah satu dari mereka di sisi Allah. (Sungguh Allah) yang melihat hati hamba-Nya (tidak memberi petunjuk kepada kaum yang aniaya) kaum yang melewati batas dari tuntutan perintah Allah, dan melakukan apa yang dilarang Allah. Bagaimana orang yang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai penolong tidak dianggap sebagai bagian dari mereka?”

Kutipan di atas diambil dari Tafsirul Jailani karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, terbitan At-Tamam, Beirut, Libanon, juz I, halaman 512-513.

Pada kesempatan ini Syekh Abdul Qadir tidak mengutip riwayat hadits atau atsar yang berkaitan dengan ayat ini dalam tafsirnya. Ia hanya memberikan keterangan tambahan sedikit atas kata dan kalimat pada ayat ini. Wallahu a‘lam. []

Sumber: NU Online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar