Kamis, 13 Oktober 2016

(Hikmah of the Day) Kisah Mursyid Syattariyah Mimpi Melihat Gigi Rasulullah



Kisah Mursyid Syattariyah Mimpi Melihat Gigi Rasulullah

Rasulullah adalah manusia mulia, siapa pun yang ada di dekatnya pasti akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang tiada terhingga. Maka tidak heran jika sebagian para sahabat rela tinggal di masjid karena ingin selalu dekat dengan Rasulullah.

"Kemana pun Rasulullah pergi, para sahabat selalu mengikutinya. Karena bagi para sahabat, ada 'kenikmatan' tersendiri jika berada di dekat Rasulullah, bahkan menjelang wafatnya Rasulullah, ada seorang sahabat yang bernama Ukasyah yang rela 'mengelabui' hanya karena ingin memeluk Rasulullah," papar mantan Rais Syuriyah PCNU Subang, KH Nawawi di kediamannya, Kecamatan Pabuaran, Subang, Kamis (4/8).

Suatu hari, kata Kiai Nawawi, Rasulullah ingin istirahat, karena bagaimana pun juga Rasulullah adalah seorang manusia yang membutuhkan istirahat. Namun saat Rasulullah hendak memasuki rumah, para sahabat tetap mengikutinya.

"Rasulullah mau melarang sahabat tapi tidak enak, sehingga yang melarangnya langsung oleh Allah, ‘Janganlah kalian masuk rumah Nabi tanpa izin’," ungkapnya sambil mengutip Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab Ayat 53.

Mengenai hal ini, Kiai Nawawi mengisahkan mimpinya KH Sayuti Maksudi yang bertemu Rasulullah. Kiai Sayuti adalah mursyid tarekat Syattariyah dan Kiai Nawawi sendiri diberi amanat sebagai khalifahnya.

"Saat saya berkunjung ke rumahnya, beliau (Kiai Sayuti, red) sudah dua hari terbaring sakit dan tidak enak makan, sepertinya sakitnya karena pikiran dan keluarganya tidak ada yang tahu bahwa Kiai Sayuti sedang memikirkan sesuatu," jelas Kiai Nawawi.

Saat ditanyakan, kata Kiai Nawawi, barulah diketahui bahwa dua hari sebelumnya Kiai Sayuti bermimpi melihat Rasulullah sedang tersenyum dan giginya terlihat, saat melihat mimpi tersebut, Kiai Sayuti merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, sehingga mimpi tersebut selalu terbayang sampai tidak bisa merasakan kenikmatan yang lain, termasuk nikmatnya makan.

"Akhirnya setelah saya kasih nasihat, beliau baru mau makan dan tidak lama kemudian sembuh," pungkasnya. []

(Aiz Luthfi/Mahbib)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar