Rabu, 10 Oktober 2012

(Ponpes of the Day) Pondok Pesantren Darul Falah, Jepara - Jawa Tengah


Pondok Pesantren Darul Falah

 

 
 
Penggembleng santri dalam  Membaca Arab Gundul

 

Pondok Pesantren Darul Falah terletak di desa Sidorejo Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Tepatnya di desa Sidorejo RT 03/12 Bangsri, kira-kira 20 km sebelah utara kota Jepara. Secara geografis, keberadaan pondok masuk dalam jalur jalan raya Jepara – Pati.

 

Sejarah pendirian pondok pesantren dimulai sejak tahun 1996.  Ketika lulus dari Pesantren Maslakul Huda di pati, Jawa Tengah pada 1995, Taufiqul Hakim merintis cita-citanya, mendirikan pesantren. Sebuah gubug 36 meter persegi di desanya ia jadikan pesantren sederhana. Taufiqul Hakim memberi nama pondoknya dengan nama Darul Falah, “ Rumah Keberuntungan”. Penamaan Darul Falah diilhami dari latar belakang kondisi di desanya. Dar artinya rumah, di mana untuk mengenang rumah dia yang roboh dan desanya yang rusak penuh judi dan lokalisasi. Sedangkan falah artinya beruntung yang diambilkan dari nama pesantrennya dulu, Matholiul Falah.


Pada awalnya santrinya hanya empat orang. Empat orang tersebut adalah teman seangkatannya dari Kajen Pati yang kebetulan belum mahir membaca Arab gundul. Kemudian disusul anak-anak disekitar desanya. Kebetulan waktu itu Taufiqul Hakim belum punya tempat untuk menempatkan para santrinya. Akhirnya dia meminjam rumah sebelahnya untuk ditinggali oleh para santri. Setelah itu, majlis taklim sudah diikuti oleh 100-an anak.


Namun, hasrat Kiai Taufiqul Hakim untuk menuntut ilmu tidak bias terbendung. Maka ia memutuskan untuk nyantri ke Pondok Pesantren yang berada di Klaten.  Di sana dia berguru thoriqoh kepada KH. Salman Dahlawi. Selama 100 hari dia diberi anugerah Allah bisa menghatamkan thoriqoh yang mestinya harus ditempuh sampai 5 tahun.


Setelah selesai mondok di Klaten, namun ia mendapati pondoknya yang dirintisnya dulu telah bubar. Hanya menyisakan satu orang yang masih ada, Sodiqin yang adalah keponakannya.


Rintisan pondoknya dimulai lagi dari nol dengan mengajarkan ngaji yang sederhana. Beberapa kali ada kejadian yang tidak disengaja, waktu itu ada tetangga yang sakit, bergegaslah K. Taufiqul hakim mencoba mengobati dengan cara membacakan ayat kursi. Kemudian orang tersebut langsung sembuh. Sejak saat itu anak-anak mulai berdatangan untuk belajar agama kembali dan banyak tamu-tamu berdatangan untuk berobat.


Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak santri yang ingin mengunduh ilmu dari Taufiqul Hakim ini.


System Pesantren


Sekarang ini seluruh santrinya sudah mencapai 800 orang. Santrinya berasal dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Sebut saja dari pulau jawa, Kalimantan, sumatera, Sulawesi, Bengkulu, Irian. Yang dari luar negeri ada dari Malaysia, Bangladesh, India, Singapura.


Kurikulum


Materi wajib yang diberikan kepada santrinya adalah belajar Amtsilaty, metode nahwu-shorof dalam membaca arabb gundul. Bagi santri alumnus program Amtsilaty, yang masih dalam usia sekolah, pesantren juga menawarkan program pasca-Amtsilaty, yang bermaterikan pendalaman ilmu fiqh, hadits, tafsir, dan tasawwuf. Program ini digabung dengan sekolah formal terpadu tingkat SMP dan SMK. 


Program Kilatan


Bagi murid yang rajin dan mempunyai kemampuan yang lebih, satu pekt Amtsilaty akan selesai dalam waktu tiga sampai empat bulan. Adapun bagi murid dengan kemampuan menengah, metode ini diharapkan akan selesai dalam waktu lima sampai enam bulan. Sedangkan murid-murid yang agak lamban, akan tetap selesai meski dengan waktu yang relative lama.


Saat ini pesantren darul falah, selain santri reguler, ada juga santri-santri kilat, yang biasanya terdiri para ustadz dari berbagai daerah yang ingin mengikuti tutorial pengajaran Amtsilaty. Durasi belajar santri kilat ini bermacam-macam. Ada yang seminggu, ada yang sebulan, ada yang tiga bulan, ada juga yang mengambil paket penuh dengan durasi enam bulan.


Prosesi Khataman


Suatu siang di halaman di halaman pesantren darul falah. Hadirin dibuat terkesima saat belasan anak menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca kitab klasik yang ditulis dalam huruf arab gundul. Tak hanya membaca, anak-anak belia itu juga mampu memberi alasan mengapa tulisan gundul itu dibaca begini-begitu, dengan dalil-dalil dari nadham kitab Alfiyyah Ibnu Malik, salah satu kitab standar gramatika Arab tinkaty lanjut.


Untuk membuktikan bahwa para santri ini benar-benar menguasai pembacaan nahwu-shorof, salah seorang kiai yang sejak awal memandu acara mempersilakan hadirin menulis kalimat bahasa Arab tanpa diberi harakat atau tanda baca. Lalu sang kiai memilih tiga santri yang paling kecil untuk membaca tulisan tersebut.


Dengan dibantu kamus al munawwir mereka mengartikan dan menjelaskan maksud kalimat tersebut dengan sangat baik. Tak pelak,  kemahiran bocah-bocah itu membuat hadirin terharu meneteskan air mata.


Demikianlah suasana khataman dan wisuda Amtsilaty, sebuah metode belajar membaca kitab kuning berdurasi enam bulan.


Dengan system belajar konvensional yang biasa dipakai diberbagai pesantren, umumnya seorang santri baru bias menguasai nahwu dan sharaf setelah mondok tiga sampai enam tahun. Tidak mengherankan jika belajar ilmu nahwu dan sharaf nyaris menjadi momok bagi sebagian santri, terutama tingkat pemula.

Ilmu nahwu dah shorof adalah ilmu alat dan kunci untuk memahami khazanah keilmuwan islam yang mayoritas ditulis dalam bahasa arab gundul.jika untuk menguasai ilmu alatnya saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun, bias dibayangkan betapa banyaknya waktu dan kesempatan untuk menggali khasanah islam.


Namun dengan metode Amtsilaty yang mematok target enam bulan waktu pembelajaran, para santri kini bisa lebih awal dan mempunyai lebih banyak waktu lagi menyelami samudera ilmu keislaman. Dan kehadiran Amtsilaty bagi para santri pun terasa bak oase di padang gersang; segar dan menyejukkan.


Sistem Keamanan


Bahwa system keamanan ada dua yang terdiri dari system keamanan dalam dan keamanan luar, keamanan dalam dari pengurus pondok sendiri dan keamanan luar dari masyarakat sekitar.
Tentang keuangan pesantren; anak tidak diperbolehkan membawa uang yang melebihi target. Semua keuangan ditabung di bendahara. Adapun manfaatnya adalah:

a.     melatih anak disiplin dan hemat

b.     menjaga keamanan

c.     agar tidak ada kebiasaan hutang dan mencuri


Majlis Ta'lim


Pondok Pesantren Darul Falah juga membuka majlis taklim. Yaitu pengajian rutinan yang diadakan setiap hari selasa danterbuka untuk umum. Waktunya pagi mulai jam 5 pagi sampai jam enam. Pengajian majlis taklim ini dimulai kira-kira tahun 2002 dan diikuti oleh kalangan santri dan masyarakat sekitar. Sampai sekarang ini, kira-kira sudah ada 1500 jamaah yang mengikuti setia pengajian tasawuf. Dan selama ini kitab pegangannya adalah tafsir al mubarok karangan Taufiqul Hakim sendiri.


Pendidikan Formal


sekarang ini, pondok pesantren sudah memiliki jalur sekolah formal. Sekolah tersebut adalah SMP dan SMK. Dan sekolah ini dikhususkan bagi para santri yang selama ini sudah mencapai 800 orang. Bagi masyarakat sekitar yang ingin masuk sekolah SMP atau SMK harus menjadi santri dulu.

 

Rencana ke Depan


Mendirikan pusat pelayanan kesehatan masyarakat, denga bentukRumah Sakit Islam.

 

Disarikan oleh Mulyadi, Alumnus PP. Nurul Ummah Prenggan Kotagede Jogkarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar