Makna ‘Keluarga Muhammad’ dalam
Redaksi Shalawat
Ketika membaca shalawat, kita dianjurkan
mendoakan keluarga Nabi. Karena makna shalawât (bentuk plural dari shalâh) di
antaranya adalah doa. Seperti disebutkan oleh al-Qâdhi ‘Iyâdh dalam kitabnya,
ash-Shalâtu ‘âla an-Nabi, Ma’ânîhâ Ahkâmuhâ Fadhâiluhâ:
والصلاة
في لسان العرب الترحم والدعاء
“Kata shalâh dalam lisan orang arab bermakna
memberi rahmat dan doa. (Al-Qâdhi ‘Iyâdh, ash-Shalâtu ‘âla an-Nabi, Ma’ânîhâ
Ahkâmuhâ Fadhâiluhâ, al-Mukhtar al-Islami, Kairo, halaman 60)
Doa untuk keluarga Nabi lazimnya dilafalkan
setelah doa (shalawat) untuk Nabi Muhammad. Tak jarang pula dirangkai dengan
doa untuk seluruh sahabat beliau usai redaksi doa untuk Nabi dan keluarganya
dipanjatkan. Misalnya dalam kalimat shalawat:
اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Baginda
Nabi Muhammad dan kepada keluarga Baginda Nabi Muhammad.”
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا محمدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Baginda
Nabi Muhammad, kepada keluarga, juga kepada para sahabat secara keseluruhan.”
Ada satu riwayat yang termaktub dalam kitab
al-Qâdhi ‘Iyâdh di atas mengenai makna آلِ (keluarga) dalam redaksi shalawat:
وفي رواية
أنس: سئل النبي ﷺ من آل محمّد؟ قال: كلُّ تقِيٍّ
“Terdapat dalam raiyat Anas, Nabi ﷺ ditanya
mengenai siapakah keluarga Muhammad? Beliau menjawab: Semua orang yang
bertakwa.” (HR ad-Dailami dan ath-Thabrani)
Jika berpatokan pada riwayat di atas, tentu
makna keluarga tersebut seperti ikatan persaudaraan seluruh Muslim, padahal
makna آلِ sendiri lebih akrab dengan keluarga.
Dari sana kita perlu melihat pendapat para ulama mengenai hal ini.
Imam Syafi’i mengatakan bahwa makna dari
keluarga Nabi adalah kerabat-kerabatnya yang beriman dari Bani Hasyim dan Bani
Muthallib. Sedang menurut Imam an-Nawawi maknanya adalah seluruh orang Muslim.
Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Ibnu Qâsim al-Ghazi dalam Syarah Dathul
Qarîb:
وعلى (آله
الطاهرين) هم كما قال الشافعي: أقاربه المؤمنون من بني هاشم وبني المطلب. وقيل -
واختاره النووي: أنهم كل مسلم
“Kepada para keluarga Nabi yang suci—mereka
adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Imam asy-Syafi’i yaitu kerabat-kerabat
Nabi yang beriman dari Bani Hasyim dan Bani Muthallib. Dikatakan juga, dan Imam
an-Nawawi memilih makna yaitu, yaitu mereka seluruh orang Muslim. (Syekh
Muhammad bin Qasim, Fathul Qarîb al-Mujîb fî Syarh Alfâdhit Taqrîb, Beirut,
Daar Ibn Hazm, 2005, halaman 21)
Demikian pemaparan terkait makna yang dipegang
oleh ulama mengenai lafaz آلِ atau keluarga
shalawat yang sering kita baca sehari-hari. Wallahu a’lam. []
Sumber: NU Online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar