KHOTBAH JUMAT
Fitnah Kehidupan dan Fitnah Kematian
Oleh: KH. Ali Rahmat
Ketika mendengar kata cobaan, sering dari
kita merujukkannya pada peristiwa-peristiwa menyakitkan seperti bencana, sakit,
dan sebagainya. Manusia kerap lupa, ujian itu lebih luas dari itu. Pesan
Rasulullah memaparkan bahwa kehidupan dan kematian adalah fitnah (cobaan).
Khotbah I
الحمْدُ
لِلهِ يَبْتَلِى عِبَادَهُ بِمَا يُحِبُّوْنَ لِيَشْكُرُوْا، وَبِمَا يُكْرِهُوْنَ
لِيَصْبِرُوْا، وَبِمَايُفْتَنُوْنَ لِيَحْذَرُوْا، قال: وسَيَجْزِي اللَّهُ
الشَّاكِرِينَ, وقال إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ
حِسَابٍ, وقال إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللهُ عِنْدَهُ
أَجْرٌ عَظِيمٌ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ
بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ. اَللّهُمَّ صَلِّ
عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ
اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ،
واتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ.
Para hadirin jamaah shalat Jum’at yang
dimuliakan oleh Allah.
Marilah kita bersyukur kepada Allah, kita
masih bisa menghadiri shalat Jum’at ini. Sebagai khotib, alfaqir berwasiat pada
diri sendiri, dan pada hadirin, mari kita jaga dan kita tingkatkan takwa kita
kepada Allah subhanahu wataala.
Para hadirin,
Rasulullah menganjurkan membaca doa sehabis
tahiyat akhir. Doa ini, dianjurkan Rasulullah dibaca setelah fil alamiina
innaka khamiidummajiid, yaitu:
للَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ
فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, saya mohon perlindungan-Mu dari
siksa neraka jahannam. Dan dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan, dan fitnah
kematian, dan dari fitnah masikhid dajjal.”
Haditst ini terdapat dalam Shahih Muslim
dengan nomor 584 dan juga terdapat dalam Shahih Bukhari dengan nomor 1377.
Sayangnya hadits ini jarang dimunculkan dan jarang diamalkan, padahal sangat
mudah sebenarnya. Yang ingin kami jelaskan, kalau masalah siksa neraka jahanam,
kita sudah paham semuanya. Siksa kubur kita juga sudah paham semuanya. Di sini
kita mohon perlindungan dari fitnah kehidupan.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah
Hidup ini fitnah (ujian), kebanyakan fitnah
terjadi karena harta. Suami istri bercerai karena harta, orang berebut sesuatu
sampai bunuh-bunuhan, sampai dipenjara karena memperebutkan harta. Karena itu,
kita memohon kepada Allah dari fitnah kehidupan. Harta sedikit menjadi fitnah,
tetapi harta banyak juga bisa menjadi fitnah. Yang lebih ironis adalah, sebagaimana
terlihat di perkotaan, tak sedikit orang yang kekurangan secara ekonomi malah
tidak beribadah. Di sini, perilaku tersebut terkait dengan hadits:
كَادَ
الفَقْرُ أَنْ يَكُوْنَ كُفْرِاً
Artinya: Kefakiran mendekati kepada kekufuran
Orang-orang yang fakir jarang ibadah
merupakan fitnah kehidupan. Namun demikian, banyak pula orang kaya yang jarang
beribadah. Secara sederhana kita bisa mengamati antara jamaah masjid dan jumlah
pendduk di Jakarta yang tidak seimbang. Oleh karena itu, kita mohon perlindungan
dari Allah jangan sampai fitnah kehidupan menimpa kita.
Harta sedikit tidak menjadi fitnah kalau
harta yang seadanya ini kita niatkan untuk Allah subhanahu wa taala. Apapun
yang terjadi, jika kita niatkan untuk Allah, harta sedikit ini tidak menjadikan
kita jauh dari Allah melainkan kita tetap taqarrub kepada Allah.
Begitu juga harta yang banyak tidak menjadi
fitnah kalau dizakati, lebih-lebih kalau hartanya untuk membantu perjuangan
Islam. Sebanyak apapun harta, kalau dizakati dan untuk perjuangan Islam, tidak
akan menjadi fitnah. Malah, harta itu akan mengangkat kita, mengantarkan kita
ke surganya Allah SWT.
Termasuk fitnah kehidupan lain adalah apapun
yang terjadi terhadap kita, dari urusan pekerjaan, kesehatan, komunitas,
bisnis, dan lainnya. Jika semuanya sampai menggoncangkan iman kita, itu fitnah.
Banyak hal yang sepele merusakkan iman kita seperti salah pergaulan.Misalnya,
hanya demi kawan, hanya demi komunitas, rela minum bir. Ini fitnah kehidupan.
Namun yang paling hebat, sehebat-hebatnya fitnah
kehidupan adalah kalau kita meninggalkan kehidupan dengan tidak mengucapkan
kalimat:
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله
Jika hal itu terjadi, maka kita mengalami
kerugian serugi-ruginya. Ibarat bumi ini terbuat dari emas semuanya, tetapi
jika kita mati tanpa syahadat, maka bumi yang seluruhnya emas itu tidak ada
nilai apa-apanya. Maka dari itu kita harus berhajat, setiap hari berdoa, “Ya
Allah, kami mohon lindunganmu dari fitnah kehidupan.”
Para jamaah yang saya hormati,
Kita juga harus berdoa dari fitnah kematian.
Ini adalah sakaratul maut. Sehebat apapun orang, setinggi apapun jabatan orang,
sekaya apapun orang, semuanya akan mengalami sakaratul maut. Dalam sebuah
hadits, kalau orang meninggal dunia, mereka ditampakkan gambaran calon tempat
tinggalnya baik di surga atau neraka. Makanya kadang-kadang ada orang meninggal
dalam kondisi tersenyum karena sudah melihat bakal tempat tinggalnya si surga.
Ada juga yang meninggal dunia dalam kondisi ketakutan. Bahkan ada yang lidahnya
menjulur karena menyaksikan gambaran buruknya keadaannya di akhirat. Tidak ada
jaminan kiai atau tidak kiai, santri atau bukan santri bisa masuk surga.
Anjuran membaca doa di atas adalah petunjuk bahwa kemungkinan untuk tak selamat
dari fitnah kehidupan dan kematian ada pada semua orang.
Juga termasuk fitnah kematian adalah
pertanyaan Munkar dan Nakir. Semua nyawa akan masuk ke alam barzah, bagaimanapun
cara matinya, baik orang yang matinya jatuh karena pesawat terbang, meninggal
di rumah atau cara lainnya. Orang sering mengatakan ada arwah gentayangan,
padahal sebetulnya tidak ada arwah gentayangan.Apapun yang meninggal, langsung
masuk ke alam barzah atau alam kubur. Di sana, mereka akan ditanya oleh
malaikat Munkar dan Nakir. Bagi yang lolos dari pertanyaan dua malaikat itu,
maka langsung masuk ke surga dalam kubur. Nabi bersabda:
إذا قبر
الميت أو قال أحدكم أتاه ملكان أسودان أزرقان يقال لأحدهما المنكر والآخر النكير
فيقولان ما كنت تقول في هذا الرجل فيقول ما كان يقول هو عبد الله ورسوله أشهد أن
لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله فيقولان قد كنا نعلم أنك تقول هذا ثم يفسح
له في قبره سبعون ذراعا في سبعين ثم ينور له فيه ثم يقال له نم فيقول أرجع إلى
أهلي فأخبرهم فيقولان نم كنومة العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله إليه
“Apabila meninggal seorang hamba maka
datanglah dua orang malaikat, salah satunya bernama Munkar, dan yang lainnya
bernama Nakir. Kedua malaikat itu bertanya: Apa yang dapat engkau katakan mengenai
Muhammad SAW? Apabila yang ditanya adalah orang mu’min, ia akan menjawab:
Beliau adalah hamba dan rasul Allah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan
Allah, dan Muhammad adalah rasul-Nya. Malaikat tersebut berkata: Sekarang kami
telah mengerti akan apa yang engkau katakan. Setelah itu, dilapangkanlah
kuburnya seluas tujuh puluh hasta dan diterangi dengan nur. Dikatakan
kepadanya: Sekarang tidurlah engkau. Mayat tersebut memohon: Doakanlah agar aku
dapat kembali pada keluargaku untuk mengabarkan kesenangan ini. Sang malaikat
menjawab: Tidurlah! Maka tidurlah ia laksana tidurnya para pengantin, tak
pernah bangun kecuali jika ia ingin menemui keluarganya.” (HR:al-Tirmidzi)
Ini merupakan bukti bahwa kalau di alam kubur
sudah ada surga, cuma surga tidak selengkap di akhirat nanti. Begitu juga,
kalau tidak bisa menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir, mereka langsung disiksa
di alam kubur.
Kesimpulannya, surga dan neraka itu dekat
dengan kita,tergantung pada kita sendiri. Makanya kita berhajat semoga Allah menyelamatkan
kita dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Lalu bagaimana agar kita bisa
selamat dari malaikat Munkar dan Nakir, Rasulullah bersabda dalam hadits
terkenal.
إِذاَ
ماَتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَاريِةٍ ،
أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
“Apabila manusia meninggal maka amalannya
terputus kecuali tiga perkara, ; Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan
anak yang shalih yang mendoakannya.
Bekal kita agar selamat dari Munkar dan Nakir
adalah, pertama, sedekah jariyah, menyumbang masjid dan mushalla, memberikan
bantuan untuk fasilitas public, atau perjuangan apapun yang berdampak panjang
dan luas bagi umat.
Kedua, ilmu yang bermanfaat. Ini tidak hanya
ilmu agama, bisa ilmu matematika kalau diamalkan dengan ikhlas untuk
memintarkan umat Islam, juga jadi sedekah jariyah.
Ketiga, anak sholeh, yaitu anak yang mau
mendoakan orang tuanya. Jadi kalau kita punya anak tetapi tidak pernah
mendoakan orang tuanya, tentu tidak mendapatkan apa-apa.
Terakhir adalah mari kita mengerjakan
pekerjaan kita dengan tulus dan ikhlas, apapun pekerjaannya, enak atau tidak
enak. Kita jadi guru, jadi pejabat, jadi pemerintah, jadi tukang sapu, kalau
itu ikhlas karena Allah, insyaallah akan menolong kita di alam kubur, amiin ya
rabbal alamiin. Semoga kita bisa bersama.
Khotbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
Sumber: NU Online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar