Senin, 09 Maret 2015

(Ngaji of the Day) Mengingatkan Muslim untuk Shalat



Mengingatkan Muslim untuk Shalat

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz, saya mau bertanya: 1. Apa Kewajiban kita terhadap muslim lainnya? 2. Apakah kita akan diberi pertanggungjawaban di akhirat kelak jika kita tidak menegur/mengingatkan teman kita/muslim lain karena tidak shalat dsb? Terima Kasih.

Dzikri A, Santri PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta.

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatullah wa barakatuh

Mas Dzikri A yang kami hormati, muslim yang satu dengan muslim adalah saudara. Begitulah sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai saudara, orang islam tentu mempunyai kewajiban untuk menjaga saudaranya yang lain(muslim) dari hal-hal yang buruk. Hal yang buruk di sini tidak hanya yang berbahaya secara fisik dan bersifat duniawi, namun juga bahaya secara bathin dan bahaya nanti di akhirat seperti siksa neraka. Kewajiban ini secara umum masuk dalam bingkai amar makruf dan nahi munkar serta saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Banyak ayat Al-Quran yang menerangkan tentang hal ini, namun di sini kami ambil sebagian saja. Dalam surat Al-Ashr disebutkan :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحاتِ وَتَواصَوْا بِالْحَقِّ وَتَواصَوْا بِالصَّبْرِ (3).--العصر

Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya selalu sabar. (QS. Al-Ashr)

Sebenarnya surat ini butuh penjelasan agak panjang. Di sini kami hanya menyebutkan satu sisi yang terkait dengan pertanyaan di atas.

Syaikh Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Al-Mahdi dalam Kitab Al-Bahrul Madiid fi tafsir Al-Quran Al-Majid hal.350 menjelaskan bahwa  yang dimaksud dengan saling menasehati supaya mentaati kebenaran adalah saling menasehati untuk melakukan perintah yang sudah ditetapkan dan tidak boleh diinkari, seperti keimanan, menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman, mengikuti rasul, melakukan ibadah-ibadah wajib dan sebagainya. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa menegur orang Islam yang tidak sholat itu adalah tanggung jawab (kewajiban) muslim yang lainnya karena sholat adalah ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun selama masih dalam kondisi mukallaf.

Kemudian, apakah menegur atau tidak menegur akan dimintai pertanggungjawaban nanti di hari kiamat? Jawabannya, pasti. Semua perbuatan, termasuk pembiaran/tidak menegur orang yang tidak sholat, akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat. Allah SWT. berfirman

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ -الزلزلة : 7-8

Artinya : Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.(QS. Az-zalzalah : 7-8)

Mas Dzikri yang baik, menyampaikan teguran sebagaimana yang anda tanyakan hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang baik dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Nabi Muhamamad SAW. dalam sebuah hadits telah memberikan tahapan-tahapan dalam melakukan perubahan hal yang buruk (munkar) sesuai kondisi kita yaitu, dengan tangan (power), dengan lisan dan dengan hati. Demikian jawaban kami, semoga kita selalu diberi kemampuan untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya.Aaamiin….

والله أعلم بالصواب
والسلام عليكم ورحمة  الله وبركاته


Ihya’ Ulumuddin
Tim Bahtsul Masail NU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar