Apa
Berkah Kota Mekah?
Oleh:
Nasaruddin Umar
SEBAGAIMANA
disebutkan dalam tulisan terdahulu, ada beberapa ayat dan hadis yang
menyebutkan Kota Mekah penuh berkah. Untuk ukuran saat ini, bagaimana memahami
arti Mekah sebagai kota berkah? Di mana letak berkahnya?
Berkah
(barakah) berasal dari bahasa Arab dari akar kata baraka-yabruku berarti
berdiam dengan tenang. Berkah dalam pengertian populer berarti keberuntungan
(blessing), karunia (benediction), kemakmuran (prosperity), dan kebahagiaan
(felicity). Keistimewaan dan kekhususan apa yang Allah berikan kepada Kota
Mekah sehingga disebut sebagai kota berkah (Makkah mubarah).
Mekah itu
berasal dari bahasa Arab dari akar kata Makka-yamukku-makkan, berarti mengisap,
menyedot. Kata makkah searti dengan mashsha-yamushshu-mashshan berarti mengisap
atau menyedot, seperti dalam kata imtashsha jami’ ma fihi wa syaribah kullih
(mengisap dan menyedot semua apa ada yang di dalam). Tukang bekam (pengobatan
dengan menyedot darah kotor) disebut al-mashshash atau al-hajjam.
Para
hujjaj disebut mushashah karena tersedot di dalam pusat grafitasi spiritual,
Kabah atau Baitullah. Setelah disedot segala dosa dan menjadi dekat
sedekat-dekatnya kepada Allah SWT, manusia merasa plong, bebas. Inilah salah
satu sebab mengapa Kabah disebut dengan Bait al-‘Atiq (rumah pembebasan) karena
bisa membebaskan seseorang dari kungkungan dosa dan kesalahan yang
mengurungnya. Ibn Mandhur juga mengartikan makkah sama dengan tahdzib, dari akar
kata hazdaba-yahzdibu-hadzban-tahdiban, berarti membersihkan, membetulkan, dan
mendidik. Akar kata itu menunjukkan konotasi positif kata makkah dari sudut
bahasa.
Makna itu
bisa dihubungkan dengan beberapa ayat dan hadis bahwa orang-orang yang datang
dengan niat tulus karena Allah, baik niatnya untuk haji atau umrah, niscaya
akan dibersihkan dan disucikan jiwa, pikiran, dan segenap suasana batinnya
sehingga mereka dilukiskan bagaikan bayi baru lahir dari rahim ibunya (ka yaum
waladathu ummuh) yang bersih dari dosa. Kata makkah juga berarti tempat yang
kering dan kurang air (qillah al-ma’). Dahulu Kota Mekah dihubungkan dengan
kata makkah karena kawasan ini tidak lebih dari hanya gurun tandus dan hanya
terdiri atas perbukitan kering kerontang. Meskipun demikian, itu tidak
mengurangi daya tarik spiritual Kota Mekah.
Di dalam
Alquran keberkahan Kota Mekah dihubungkan dengan kota kelahiran Nabi Ismail
yang membuat sejarah monumental dengan kemunculan sumur Zamzam melalui hentakan
kedua tumitnya, sebagaimana bisa difahami dalam penafsiran QS Ali ‘Imran/3:
95-97; kota kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mengubah gurun pasir yang tidak
memiliki daya tarik menjadi kota dunia. Yang terpenting kota starting point
Isra Mikraj anak manusia menuju ke langit sebagaimana digambarkan dalam ayat:
"Maha
Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al
Masjidil Haram ke Al Masjidil Aksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar
Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS al-Isra'/17:1).
Berkah
lainnya intensitas amal yang dilakukan di kota ini berlipat ganda, seperti jika
salat, pahalanya 100 ribu kali jika dibandingkan dengan ibadah yang sama
dilakukan di tempat lain. Dalam hadis disebutkan Kota Mekah ialah kota bebas
Dajjal, yaitu sosok makhluk mengerikan yang akan membunuh secara keji manusia
di akhir zaman.
Secara
potensial dan secara aktual Kota Mekah bagian dari Arab Saudi, negara penghasil
minyak bumi terbesar di dunia. Diperkirakan, sekitar dua abad akan datang cadangan
minyak Arab Saudi tidak akan kering. Kalau cadangan minyaknya habis dan orang
beralih ke energi matahari (solar system), Arab Saudi tetap menjadi penghasil
tenaga surya paling baik di dunia, karena tidak terganggu dengan musim yang
berganti-ganti. Allahu a’lam. []
MEDIA
INDONESIA, 24 Agustus 2018
Nasaruddin
Umar | Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar