Jumat, 13 Februari 2015

(Ngaji of the Day) Cara Membetulkan Bacaan Al-Quran Orang Lain



Cara Membetulkan Bacaan Al-Quran Orang Lain

Pertanyaan:

Assalamu’alakum Ustad. Saya mau bertanya, apakah kita wajib membetulkan (menegur/ mengingatkan/ mengajari) bacaan orang yang membaca Al-Quran salah, sedangkan kita tahu bahwa itu salah, tapi kalau dilihat dari segi usia ia lebih tua, pendidikan lebih tinggi dsb. Bagaimana solusinya? Terima Kasih.

(Dzikri A, Santri Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta).

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Mas Dzikri yang dimuliakan Allah, membaca Al-Qur’an adalah ibadah walaupun kita tidak paham maknanya. Sebagai ibadah, kita harus memperhatikan tata cara membaca Al-Qur’an sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam ilmu tajwid. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang tajwid agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membacanya. Ini sangat penting, karena membaca Al-Quran dengan tajwid hukumnya Fardlu ’Ain dan kesalahan membaca Al-Qur’an bisa berpengaruh pada perubahan makna kitab suci tersebut.

Terkadang ada sebagian orang yang lebih menekankan pada lagu yang mendayu-dayu dalam membaca Al-Qur’an tanpa memperhatikan kaidah tajwid. Apabila kita mendapati orang yang salah dalam membaca Al-Quran, kita wajib menegur/mengingatkan agar dia memperbaiki bacaannya dan terhindar dari dosa yang disebabkan bacaan yang salah atau tidak sesuai dengan ilmu tajwid.

Mas Dzikri yang baik, dalam hal penyampaian perbaikan bacaan ini, cara yang kita gunakan tentunya cara yang baik sesuai situasi dan kondisi yang ada. Jika memang usianya lebih tua dari kita dan pendidikannya lebih tinggi, sebagian cara yang bisa dilakukan adalah menunggu waktu yang tepat dan mendatangi orang yang dimaksud kemudian sampaikan teguran dengan baik agar dia memperbaiki bacaannya. Jadi tidak perlu tegesa-gesa membetulkan bacaan Al-Qur’an seketika itu juga.

Bisa juga dengan cara lain yang lebih elegan yang sifatnya tidak menggurui atau tidak menyinggung perasaan orang yang dimaksud. Prinsipnya adalah kita mengajak ke jalan Allah SWT sesuai tuntunan yang disebutkan dalam Surat An-Nahl ayat 125 :

اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ

Artinya : serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Demikian jawaban singkat ini, semoga kita selalu mengajak ke jalan yang baik dan mencegah kemunkaran dengan arif/bijaksana.Aaamiiin…

والله أعلم بالصواب
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ihya’ Ulumuddin
Tim Bahtsul Masail NU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar