Panggilan Selamat KH
Habib Utsman Al Aydarus
Judul
: Panggilan Selamat
Penulis
: KH Habib Utsman Al-Aydarus
Penerbit
: Yayasan Assalam Bandung
Jumlah halaman
: 618
halaman
Cetakan Pertama
: tanpa tahun
Peresensi
: Abdullah Alawi
Panggilan selamat
merupakan bunga rampai tulisan karangan KH Habib Utsman Al-Aydarus yang
tertuang dalam buletin yang diterbitkannya bernama Panggilan Selamat. Ia
menulis di buletin tersebut selama lebih dari satu dasawarsa (1974-1985).
KH Habib Utsman merupakan
tokoh NU Jawa Barat. Ia adalah Rais Syuriyah PWNU dari tahun 1960 hingga 1970.
Jalur dakwahnya, selain melalui lisan, ia lakukan juga melalui lembaga
pendidikan Assalaam. Sementara dakwah melalui tulisan ia sampaikan melalui
Sumber Pemdaban,Al Muslih, Tutungkusan, dan Panggilan Selamat. (halaman 3).
Panggilan Selamat
diterbitkan dua hingga empat kali sebulan. Edisi perdana dikeluarkan pada 21
Juli 1974 (l Jumadil Awwal 1384 H.) dengan pokok bahasan mengenai “Hidup” dan
terakhir terbit dengan nomor 255 yang berisi uraian tentang Rabbana aatina
fiddunyaa hasanah, wafil akhirati hasanah wa qinaa adzaban naar.
Menurut putranya, KH
Habib Syarif bin Utsman, judul tulisannya itu seolah-olah isyarat dia akan
meninggal dunia pada1985 pada usia 75 tahun. Tulisan itu dipersiapkan seminggu
sebelum wafatnya.
Secara garis besar,
khazanah pemikiran Habib Utsaman terbagi ke dalam beberapa topik, antara lain,
Islam sebagai agama yang haq (benar), hakikat manusia, hakikat kehidupan,
arkanul iman dan implikasinya dalam amal saleh, arkanul Islam berikut hikmah
amaliahnya, akhlaq dan tasawuf, peristiwa-peristawa besar yang sarat makna,
asmaul husna, dan kapita selekta tentang kehidupan sehari-hari.
Panggilan Selamat
yang ada di tangan penulis ini hanya memuat 135 tulisan yang dimulai dari
tulisan kesatu Kemerdekaan dan yang terakhir Lebaran.
Pada tulisan
Kemerdekaan, ia memulainya dengan ungkapan seperti berikut ini:
Alhamdulillah! Kita
bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha AGung yang
telah menjadikan kita jadi manusia, bukan dijadikannya kayu, batu, dan
bainatang. Ditambah dengan diberi-Nya akal dan iman, diberi-Nya kemerdekaan,
bahkan menjadi umat Nabi Muhammad. (halaman 12)
Ia menyebutkan bahwa
kemerdekaan itu harus dijaga sebagai rasa syukur bangsa Indonesia kepada Allah.
Ia mengimbau untuk waspada dari musuh luar dan dalam. Insyafkanlah kalau itu
berada di dalam bangsa kita, usirlah kalau lain bangsa.
Tulisan itu ditutup
amanat dia kepada angkatan muda sebangsa, senegara, dan seagama, terutama yang
beragama Islam, wajib kiranya merenungkan 6 pasal ini:
Benar
dan kuat benteng iman
Teguh
dan jaza, keyakinan dan pendirian
Lurus
bersih beres barisan
Terus
maju, tidak mundur setapak kaki pun hingga selesai jihad dan perjuangan
Insyafilah
kekurangan terutama kesalahan
Lekaslah
dan banyak-banyak bertaubat kepada Allah
Kumpulan
tulisan-tulisan Habib Utsman ini menambah khazanah keilmuan tokoh-tokoh NU yang
kurang dikenal warganya ini. Padahal pada masanya Habib Utsman merupakan salah
seorang tokoh yang turut membantu mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU)
yang sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, anggota
Dewan Kurator Universitas Islam Bandung (Unisba). []

Tidak ada komentar:
Posting Komentar