Senin, 02 Juni 2014

(Ngaji of the Day) Di Langit Kedua Belajar Memahami Makna Ruhullah



ISRA' MI'RAJ VI
Di Langit Kedua Belajar Memahami Makna Ruhullah

Setelah usai berjumpa Nabi adam selaku Abul basyar, bersama Jibril Rasulullah saw melanjutkan perjalanan menuju langit yang kedua. Di sanalah Rasulullah saw. berjumpa dengan Nabi Isa as. Dalam salah satu riwayat diceritakan ketika Rasulullah saw sampai di langit ke dua disambutlah segera dengan riang oleh Nabi Isa as. dan Yahya. Seperti yang diterangkan dalam Ad-Dardiri ala Qishshatil Mi’raj.

ثم صعد الى السماء الثانية فاستفتح جبريل فقيل من هذا...ففتح لهما فلما خلصا اذهو بابنى الخالة عيسى ابن مريم ويحيى بن زكريا شيبه...

Akan tetapi cerita yang masyhur di langit kedua Rsulullah saw hanya berjumpa dengan Nabi Isa yang mendapatkan julukan Ruhullah. Secara bahasa kata Ruhullah dapat diartikan dengan ruh Allah swt. dikatakan demikian karena Nabi Isa telah dikarunia oleh Allah swt. ruhul qudus. Karena itulah Isa as. dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati, menghidupkan burung dari segumpal tanah, dan menyembukan berbagai macam penyakit, dan Nabi Isa as. mampu naik ke langit sendiri dengan izin-Nya. Pertemuan ini merupakan petanda bagi manusia bahwa semua kehidupan dan segala macam pergerakan makhluk yang ada di bumi sangat tergantung oleh ruh yang dikendalikan oleh Allah swt.

Jika di langit pertama Rasulullah saw berjumpa dengan Nabi Adam as. mengandung gambaran akan asal-usul kehidupan manusia -sangkan, paraning dumadi, maka pertemua dengan Nabi Isa – Ruhullah as. menunjukkan adanya sumber dari pergerakan dan aktifitas itu sendiri. Sesungguhnya segala gerak-aktifitas manusia berasal dari-Nya. sebagaimana firman Allah swt dalam surat As-Shofat ayat 96:

والله خلقكم وما تعلمون

Dan Allah yang menciptakan (mendhahirkan) kamu dan (Allah pula yang menciptakan) perbuatan kamu.

Oleh karenanya seorang sufi mengatakan “barang siapa yang melihat benda bergerak dan diam, tetapi pergerakan itu tidak dipandang dari Allah swt, maka sesungguhnya orang itu telah makrifatnya kepada Allah swt yang menjadikan dan menggerakkan benda itu”. []

Sumber: NU Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar