Senin, 11 Februari 2013

Ahmad Muzaeni: Teman, Sahabat, dan Saudara se-Hati


Ahmad Muzaeni: Teman, Sahabat, dan Saudara se-Hati

 


Ust. Ahmad Ibnu Kurdi, Ust. Heru Mahmudi, dan Ust. Ahmad Muzaeni dalam suatu kesempatan.

 

Surat elektronik (e-mail) terkahir yang masuk ke inbox saya dari beliau ( Muzaeni Ahmad [amuzaeni@frigoglass.com] ) tertanggal 08 Februari 2013, jam 08.03 pagi. Saat itu, beliau membalas surat elektronik dari seorang sahabat, yang membalas postingan beliau tanpa subyek. Postingan beliau berisi perihal produk yang beliau tawarkan.

 

alhamdulillah, 

 

kami telah merilis website " tibyorganik.blogspot.com ", meski masih yang gratisan kami optimis bisa meningkatkan omset dan mitra di luar kota.

 

silakan berkunjung dan tinggalkan pesan / komentar sebagai masukan kami.

 

juga, barangkali ada rekan, keluarga ataupun tetangga yang berminat untuk menjadi mitra, bisa kontak ke 085693704440 ( muzaeni ) untuk informasi lebih lanjut.

 

salam sukses untuk kita semua,

 

admin



 

Ahmad Muzaeni | Production Staff | Frigoglass Indonesia P.T. | www.frigoglass.com | T:+62 21 28649541 | M:6285693704440 | amuzaeni@frigoglass.com

 

Ya, Ahmad Muzaeni, kami teman – teman semua biasa memanggil beliau dengan nama Mas Muzaeni, pria asli Tegal yang sangat bersahaja ini, telah di panggil menghadap-Nya pada Sabtu, 09 Februari 2013 selepas dzuhur.

 

Semula, sesungguhnya saya tidak percaya dengan kabar yang terdengar sangat mendadak ini. Bermula dari sms yang masuk ke HP saya pada Sabtu siang itu jam 14:50:02 dari Ust. Ahmad Ibnu Kurdi: “Innaalillaahi wa innaailaihi rooji’uun, telah meninggal dunia temen kita ahmad muzaini jam 13.00 di jl. Kancil 1 ckb, mhn supportnya, al faatihah (ditunggu)”.

 

Bagai disambar geledek, saya tidak percaya bahwa itu adalah Mas Muzaeni, orang perkasa yang terlihat sangat segar bugar, yang hampir setiap hari, selepas shalat subuh selalu menjajakan bubur bayi organik buatan sendiri di depan ruko perumahan. Ya, Allah…..

 

Sejurus kemudian, saya lantas telpon balik Ust. Ahmad Ibnu Kurdi untuk mengonfirmasi kebenaran berita tersebut. Setelah mendapat kepastian, membersekna pekerjaan di rumah, saya kemudian segera meluncur ke rumah duka di Jl. Kancil 1 No. 47, Perumahan Cikarang Baru.

 



Kediaman Mas Muzaeni, Jl. Kancil 1 No. 47, Perumahan Cikarang Baru

 

Setiba di rumah duka, bendera kuning, sebuah simbol berita duka khas nusantara telah tertancap mulai dari pintu masuk blok perumahan, ujung jalan, hingga pagar di depan rumah. Warga sekitar pun berbondong – bondong membantu segala persiapan yang dibutuhkan.

 

Selepas Shalat Ashar berjama’ah di Masjid Al Muhajirin, semakin banyak warga sekitar yang hadir untuk mengucapkan berbela sungkawa, Tidak hanya warga sekitar, teman kerja, teman ngaji, sahabat, dan handai taulan semua memenuhi rumah duka. Semuanya larut dan khusyuk membacakan Surat Yasin untuk menhantarkan Mas Muzaeni menghadap-Nya.

 



Warga berdatangan membacakan Surat Yasin secara bergantian

 

Bacaan Surat Yasin terus terdengar tiada henti. Satu kelompok selesai membaca, kelompok berikutnya melanjutkan. Begitu seterusnya sembari menunggu teman – teman yang lain mempersiapkan peralatan untuk memandikan jenazah dan pengkafanan. Setelah semua perlatan memandikan jenazah siap, sekitar jam 17.15 proses memandikan jenazah dimulai dengan dipimpin oleh salah seorang nahdliyyin, Ust. Bambang, yang juga ketua DKM Al Ishlah, Rusa.

 

Memandikan dan mengkafankan jenazah, selesai pada sekitar pukul 18.00 dan kemudian dimasukkan ke dalam ambulans, dibawa ke Masjid Al Muhajirin untuk dishalatkan.

 

Allaahu Akbar..! Sabtu malam Ahad, bakda Maghrib, di Masjid Al Muhajirin kebetulan merupakan jadwal rutin pengajian yang diisi oleh salah satu guru kebanggaan warga sekitar, sehingga jama’ah shalat magrib saat itu sangat banyak. Setelah shalat Maghrib berjama’ah, Ust. Muslich, tokoh masyarakat sekitar meminta ijin kepada seluruh jama’ah untuk meminta waktu menshalatkan jenazah almarhum.

 



 

Dipimpin oleh Ust. Sona’i Abdurrahman, shalat jenazah berjalan dengan lancar. Do’a yang panjang dan mengharukan, menutup prosesi shalat jenazah yang dihadiri oleh ratusan jama’ah tersebut.

 

Dan, wa ba’du, tepat pukul 19.10, dari pelataran Mesjid Al Muhajirin, Kancil – Cikarang BAru, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat, sirine ambulans meraung – raung menembus kegelapan malam menuju ke peristirahatan terakhir di Tegal – Jawa Tengah.

 



 

Semoga istri yang ditinggalkannya, ketiga putranya, dan (Ya, Allah…) jabang bayi yang masih berusia dua bulan di dalam perut istrinya, diberikan kekuatan oleh Gusti Allah

 

Allaahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aaafihi wa’fu ‘ahu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhaalahu, waghsilhu bil maa’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danasi, wa abdilhu daaron khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaijihi, wa adkhilhul jannata, wa a’idhu min ‘adzaabin naar.

 

Ya Allah, ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.

 

Allaahumaghfir lihayyinaa wa mayyitinaa wa syaahidinaa wa ghaa’ibinaa wa shaghiirinaa wa kabiirinaa wa dzakarinaa wa untsaanaa. Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaam, wa man tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal Iimaan. Allaahumma laa tahrimna ajrahu wa laa tudhillanaa ba’dahu

 

Ya Allah, ampunilah kepada orang yang hidup di antara kami dan yang mati, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah, janganlah menghalangi kami untuk tidak memper-oleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.

 

AL FAATIHAH…

 

Wassalam,

Ananto Pratikno

2 komentar:

  1. Dia om saya.. :( selamat jalan om zeni. Semoga bahagia di Jannah-NYA ALLAH. Semoga mba sari, ical, toriq, biyan sama dede bayi sehat da tegar :'(. Aamiin Kebetulan, yang pake batik merah dan yang memberi sambutan adalah ayah saya. Pak Muchlas.. sangaat sedih, dia om yang baik. Terakhir main ke rumah pulogebang itu pas idul adha. Selamat jalan om.. Kita semua kehilangan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Allah. Semoga Mas Zeni diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah, dan semoga semua yang ditinggalkannya diberikan ketabahan. Al Faatihah.

      Hapus