Rabu, 29 Januari 2014

(Do'a of the Day) 27 Rabiul Awwal 1435H



Bismillah irRahman irRaheem

In the Name of Allah, The Most Gracious, The Most Kind

Ilaahii naffisil kuraba,
Minal 'aashiina wa 'athba.
Wakulli baliyyatiw wawaba,
Bi ahlil badri yaa Allaah.

Fa kam min ni'matiw hashalat,
Wa kam min dzillatin fashalat.
Wa kam min ni'matiw washalat,
Bi ahlil badri yaa Allaah.

Ya Allah Tuhanku, hapuskanlah semua duka,
Hindarkanlah kami dari kebiasaan yang diakibatkan oleh orang-orang durhaka.
Ya Allah Tuhanku, selamatkanlah kami dari bala dan penyakit yang menular,
Lantaran tawassul kami dengan Ahlul Badr (yang dijamin Allah masuk surga).

Banyak sekali rahmat yang Engkau berikan,
Dan banyak sekali kehinaan yang Engkau hilangkan.
Dan banyak sekali nikmat yang Engkau berikan,
Lantaran tawassul kami dengan Ahlul Badr (yang dijamin Allah masuk surga).

Allaahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaihi.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi SAW.

[]

Dari Kitab iqdl al-Jawahir ditulis oleh Syekh Jafair Al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim

W.R. Supratman, Komponis yang Saleh



W.R. Supratman, Komponis yang Saleh

Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan merupakan hasil perjuangan yang panjang. Proses penciptaan lagu iti memang penuh liku, sejalan dengan perjuangan kemerdekaan, karena itu lirik dan iramanya sangat heroik. Lagu ini pertama kali dikumandangkan saat diselenggarakan Kongres Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Karena spiritnya yang menggelora itu Belanda sangat khawatir lagu ini membakar semangat juang bangsa ini. Lagi ini segera dilarang untuk dinyanyikan. Usulan para anggota volksraad untuk menjadikannya sebagai lagu kebangsaan ditampik sinis oleh Belanda.

Ketika Jepang menguasasi negeri ini lagu kebangsaan secara lambat-laun juga di larang, welaupun lagu itu dilarang tetapi masyarakat terus berusaha menyanyikan. Seperti yang terjadi di Pesantren Tebuireng Jombang, setiap pagi para santri Kiai Hasyim Asy’ari menyanyikan lagu itu, ketika lembaga lain sudah berhenti menyanyikannya, karena ditekan dan dianggap subversi oleh tentara penjajah.

Melihat kenyataan ini Bung Karno yang berusaha keras untuk kemerdekaan Indonesia datang ke Jepang pada 1943 menemui Kaisar dan Perdana Menteri agar bangsa Indonesia diberi kebebasan menayanyikan lagu Indonesia Raya. Baru tahun 1944 lagu itu secara terbatas boleh dinyanyikan lagi.

Pantas saja lagu itu sangat heroik dengan semangat jihad yang berkobar melawan penjajah, karena penggubahnya yakni Wage Rudolf Supratman adalah seorang Muslim pejuang sangat sangat taat beragama. Nama Rudolf di depan namanya bukanlah nama baptis, melainkan nama pemberian kakaknya, agar lebih gaul saat itu. Semantara dirinya tetap seorang aktivis pergerakan yang shaleh dan bersahaja.

Seluruh perasaan dan semangat juangnya itu dituangkan dalam lagu yang dugubahnya, sehingga heroic, dinamis, dan mampu menggetarkan hati siapapun yang menyanyikan dan mendengarkannya. Karena itu bisa dipahami kalau kalangan pesantren dan aktivis pergerakan turut gigih menggemakan lagi itu walaupun ada dalam tekanan kolonial. Lagu itu pula yang turut mendorong semangat juang bangsa ini melawan penjajahan. (mdz)

BamSoet: Kasus SKK Migas dan Kenyamanan Istana

Kasus SKK Migas dan Kenyamanan Istana

Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III DPR RI/
Presidium Nasional KAHMI

PROSES hukum kasus suap yang melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini memang sudah mencatat kemajuan, tetapi belum signifikan. Baru menyergap pemain figuran karena menerima honor atas peran mereka masing-masing, KPK pada waktunya nanti diharapkan berani mengarahkan pisau penyelidikan ke aktor utama kasus ini. Bukankah sudah ada gambaran bahwa Rudi itu hanya faktor yang karena jabatannya harus mampu memberi jaminan kenyamanan istana?

Jelang pekan ketiga Januari 20134, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyita perhatian publik, berkait dengan proses hukum kasus suap yang melibatkan Rudi. Pertama, menetapkan Waryono Karno sebagai tersangka. Kedua, masih berkait dengan kasus ini, penyidik KPK menggeledah kantor dan kediaman  beberapa anggota DPR.

Penetapan status tersangka atas Waryono Karno tentu saja menarik perhatian publik karena dia pejabat tinggi negara dengan pangkat (mantan) Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Setelah Rudi ditangkap, KPK menggeledah ruang kerja Waryono dan menyita uang 200 ribu dolar AS. Sebelum berstatus tersangka, Waryono telah menjalani lima kali pemeriksaan di KPK.

Itulah kemajuan dari proses hukum kasus ini, selain Rudi dan tersangka lain yang mulai menjalani agenda persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Kemajuan ini patut diapresiasi. Tetapi, muncul pertanyaan; apakah kasus ini akan dilokalisir hanya pada level Sekretaris Jenderal ESDM, pengendali Kernel Oil dan anggota DPR?

Benar bahwa pimpinan KPK sudah menyatakan tidak tertutup kemungkinan  pihak lain akan muncul sebagai tersangka kasus ini. Siapa? Untuk mendapatkan jawaban dengan cara paling mudah, mungkin cukup mengacu pada beberapa nama yang kantor dan kediamannya telah digeledah penyidik KPK.

Kalau hal itu yang terjadi, KPK tetap layak diapresiasi, tetapi dengan catatan. Kemajuan proses hukum kasus ini belum signifikan, karena yang terjaring KPK baru pemain figuran dengan barang bukti uang suap. Namanya pemain figuran, fungsi atau tugas mereka dalam kasus ini adalah melakukan persiapan dan bersih-bersih, agar sebuah target besar yang memuat kepentingan oknum penguasa bisa terwujud dan harus tampak legal.

Dalam kasus suap mantan Kepala SKK Migas ini, target besar yang akan diwujudkan adalah memenangkan Kernel Oil dan perusahaan afiliasinya dalam tender atau lelang terbatas minyak mentah dan kondensat Bagian Negara di SKK Migas. Sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Operasional Manager dan Komisaris PT Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya, didakwa membantu Widodo Rathanachaitong untuk menyuap Rudi dengan dana 200 ribu dolar Singapura dan 900 ribu dolar AS. Widodo adalah makelar penjualan minyak mentah dan gas yang mewakili empat perusahaan, meliputi  Fossus Energy Pte. Ltd, Fortek Thailand Pte. Ltd, Kernel Oil Pte. Ltd. dan World Petroleum Pte. Ltd.

Uang sogok yang akumulasinya setara Rp 12 miliar itu merupakan balas jasa atas kesediaan dan keberanian Rudi mengatur lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas. Caranya adalah menyingkirkan 29 perusahaan lain yang menjadi pesaing empat perusahaan yang dikendalikan Widodo.

Di pengadilan Tipikor, diungkapkan bahwa ada enam pekerjaan yang dilakukan Rudi setelah menerima sogokan Widodo. Antara lain, memenangkan Fossus Energy Ltd dalam lelang kondensat Senipah bagian negara, Juni dan Juli 2013. Juga menyetujui penggantian kargo pengangkut minyak mentah Grissik Mix bagian negara periode Februari sampai Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltd.

Pekerjaan lainnya adalah menggabungkan lelang minyak mentah Minas/SLC dan kondensat Senipah Agustus 2013, dan menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang minyak mentah Minas/SLC dan kondensat Senipah periode Juli sampai Agustus 2013. Rudi juga bersedia menggabungkan tender kondensat Senipah dan minyak mentah Duri untuk periode September-Oktober 2013, serta menunda pelaksanaan tender Kondensat Senipah periode September-Oktober 2013.
 
Laksanakan Perintah
 
Pernah ditegaskan bahwa Rudi tidak mungkin bermain sendiri. Ini bisnis yang sangat besar. Lihat saja, hanya untuk mengatur dan memenang enam lelang, total uang sogoknya bisa sampai Rp 12 miliar. Bahkan, sebuah kesaksian dalam kasus ini mengungkap bahwa melalui perantaranya, Rudi pernah menerima uang dari pengusaha lain sebesar 700 ribu dolar AS atau setara Rp 8,3 miliar.

Kalau kemudian Rudi berani mengatur lelang untuk kepentingan Widodo, bisa dipastikan bahwa pejabat di atas Rudi atau pemberi perintah hanya siap terima bersih agar tenang dan nyaman. Siapa yang memerintah Rudi? Jawabannya  bergantung pada keberanian Rudi, dan mungkin juga Waryono.

Maka, perlu disimak lagi pengakuan dan penuturan Devi Ardi yang sudah menjadi fakta persidangan. Dia hanya pelatih golf Rudi, tetapi diberi kepercayaan untuk mengambil dan mendistribusikan uang sogok. Menurut Devi Ardi, Widodo bertutur mengenai hubungannya dengan sejumlah pejabat di lingkaran istana, seperti Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan putra Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. "Dia main di SKK Migas. Ada 7 perusahaan, ada jaringan ke Istana, DPR, dan Dipo Alam," ujar Devi Ardi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan terdakwa Simon Gunawan Tanjaya, akhir November 2013.

Kepada Devi Ardi, Widodo juga menjelaskan bahwa sebagai Kepala SKK Migas, Rudi harus menjalin hubungan baik dengan Widodo, karena hal itu bisa membuat pihak istana tenang. "Kalau Rudi berhubungan baik dengan Widodo, itu akan membuat buat Ibas dan Istana tenang," kata Devi Ardi menirukan pernyataan Widodo.

Hingga pekan ketiga Januari 2014, ketajaman pisau penyelidikan KPK dalam kasus ini sudah lebih dari cukup. Tetapi masih tajam ke bawah. Jangan lupa bahwa publik sangat mahfum kalau model kasus seperti suap Kepala SKK Migas itu selalu melibatkan kekuasaan yang lebih besar, bukan sekadar seorang kepala SKK Migas atau Sekjen ESDM sekali pun. Maka, wajar jika berkembang harapan agar pisau penyelidikan KPK dalam kasus ini juga bisa tajam ke atas. Penuturan Devi Ardi itulah pijakannya.

Menyusul tertangkapnya Rudi, berkembang ragam rumor yang masih berkait dengan urusan lelang di SKK Migas. Misalnya, para pemenang lelang di SKK migas wajib menyisihkan 2 dolar AS kepada oknum penguasa. Memang, namanya juga rumor, kebenarannya masih harus dibuktikan. Tetapi, rumor seperti itu biasanya berasal dari orang dalam, yang untuk kasus ini tentu saja bersumber dari internal SKK Migas atau kementerian ESDM. 

Tidak ada salahnya jika KPK memosisikan rumor seperti itu sebagai masukan. Kadang, rumor seperti itu bermanfaat manakala dilakukan eskalasi dalam penyelidikan dan penyidikan terhadap model kasus seperti suap kepala SKK Migas ini.

Dalam konteks membuat Istana tenang, Widodo dan Simon pasti menyimpan sejumlah informasi penting. Tapi, Jelas bahwa tidak mudah mengorek informasi itu dari Widodo maupun Simon. Itulah tantangan bagi para penyidik KPK. []

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

(Ngaji of the Day) Orang Baik Akrab dengan Musibah?



Orang Baik Akrab dengan Musibah?
Oleh: Muhamad Kurtubi

DALAM waktu dua hari setelah mudik dari Cirebon, mobil dan motor teman saya dibawa kabur maling. Kini ia hanya meratapi nasibnya. Kawanku yang lain pernah pula ditempa musibah yang cukup hebat. Juga saya sendiri dan Anda pembaca sekalian. Akankah mereka tetap kuat??

“Kang, motor isun wingine ilang.” (Mas, motor saya hilang dua hari yang lalu.)

“Ha!” jawabku kaget.

“Nembe bae sekie, mobil isun ilang” (baru saja, mobilku hilang juga)

“Haaaaaaa….!!!!!”

Begitulah kawan sedaerah yang tinggal di Ciputat ini menelpon saya saat kejadian kedua. Tak bisa dimengerti, dalam tempo dua hari kendaraanya hilang begitu saja.

Motor GL MAX tahun 2005 hilang saat diparkir di garasi rumahnya. Ketahuan, setelah ia datang dari kampung. Sedangkan mobil barunya yang biasa untuk mengangkut komputer dagangannya dua hari berikutnya, saat ia sendiri memarkir sebentar di kantin miliknya, samping UIN Ciputat. Padahal ia sendiri hanya sebentar masuk ke dalam. Begitu ke luar mobil itu kabur sendiri tanpa terdengar apa-apa.

Kini, ia hanya menunggu dalam ketidakpastian apakah kendaraanya bisa kembali atau tidak. Yang jelas ia sudah melaporkan kasus itu kepada polisi sektor Ciputat.

“Tolongin dong kang, punya orang pinter tidak yang bisa menolong saya?”

“Maksude?”

“Ya barangkali bisa menolong secara hikmah”

“Wah kalau itu sih saya tidak tahu. Mungkin kalau David Copperfield jadi datang ke sini, kita bisa minta tolong dia untuk menyulap mobilmu kembali.”

“Bocah geblg!”

“Iyaa Mud isun turut prihatin atas musibah sing menimpamu. Tapi yaa kepriben maning, isun bli bisa nulungi.”

“Kenen Mud, jare wong tua ning Crebon, sumangsane wong dagang rumbah soun sambele tumplek, iku tandae bakalan dagangane laris.”

Aku mulai menghibur.

(begini Mud, kata orangtua di Cirebon, kalau ada tukang gado-gado sambel cairnya tumpah berantakan, maka itu pertanda baik kalau dagangannya bakalan laku keras.)

“huhahahaha…” ia tertawa tertawa lepas.

***

Saya melihat kejadian ini betul-betul mengagetkan. Kawanku yang dianggap orang baik-baik saja, terkena musibah beruntun. Namun juga sepertinya musibah itu tidak mengenal apakah orangnya baik atau buruk.
Namun secercah informasi dalam ajaran agama (Islam) kita pun bisa memperoleh informasi bahwa orang baik itu bisa akrab dengan musibah. Yang membedakan barangkali adalah bagaimana menyikapi musibah itu sendiri.

Menyikapi Musibah

Yang paling ekstrim ada yang tega melakukan bunuh diri sedangkan yang paling bagus adalah bersabar.
Namun sesungguhnya Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar ketika ditimpa musibah (QS. Al Anfal: 46, 66). Sedangkan yang bunuh diri (tidak sabar) akan peroleh konsekwensi berat di akhe¬rat. Diantaranya alat yang digunakan untuk membunuh dirinya akan hadir di akhirat dan terus-menerus menyiksanya unlimit. (Lih. Sunan Al-Bukhory : 5333). Musibah itu sendiri hakikatnya berasal dari Allah, karenanya dikembalikan kepadaNya (Albaqarah: 156).

Dibalik musibah itu pasti terdapat hikmah yang mendalam. Pertanyaannya, apakah hikmah dibalik musibah itu dan bagaimana menyikapinya?

Musibah (cobaan) bermacam-macam jenisnya.

Misalnya yang biasanya bekerja lancar, kini di PHK; yang biasanya beroleh keuntungan 5 juta kini hanya 500 ribu; bahkan yang biasanya tidak pernah berhutang, kini menghadapi jeratan hutang hampir mencekiknya. Bahkan teman saya hilang kendaraan berhar-ganya dalam tempo yang singkat. Dampaknya orang menjadi stress, putus asa, resah dan gelisah. Kekuatan hati dan jiwanya merosot tajam. Padahal musibah itu bukan tidak selamanya adzab dari Allah, bahkan ia lahir dari tangan (kesalahan) dirinya (Arrum: 36; Asyuura: 30).

Manusia yang tenang-tenang saja ketika ditimpa musibah bisa kita tiru. Mungkin ia menganggapp seba¬gai angin dari Selatan. Dia meyakini angin Utara dan angin Barat akan bertiup berganti-ganti. Kebangkrutan, kegagalan dan kekecewaan seberapa parahnya, dibawanya tenang-tenang saja.

Gambaran orang yang kedua ini bisa jadi karena jiwanya tersadarkan oleh kekuatan ilmu yang meruhani. Seringkali kalimat yang terucap: “hidup bagaikan roda berputar”, “hidup tidak ubahnya gelombang sinus dalam osciloscope” dst.

Musibah Identitas

Seorang mukmin senantiasa hidupnya dikelilingi oleh penyebab yang membuatnya ketar-ketir. Namun hal ini tidak lain karena Allah mencintainya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Artinya: “Seorang mukmin tidak pernah sepi dari penyebab yang membuat hidupnya tidak dirasakan: “nama baiknya dirusak, kebutuhannya terus-menerus membebaninya….. “

Nama baik yang dirusak meru¬pakan sebuah cobaan yang cukup berat. Nama adalah identitas yang paling pribadi.

Musibah Menguji Kebaikan

Salah satu hikmah dari musibah itu sendiri adalah saat datang dan menimpa pada seorang hamba, tidak lain untuk menguji dan meningkatkan derajat kebaik¬an. Bukankah Allah akan terus menguji hakekat keyakinan (iman) hati seorang hamba terhadap Tuhannya (QS. Al Ankabut: 2).

Karenanya, boleh jadi orang yang tengah ditimpa musibah dan cobaan semata-mata orang itu tengah dikaruniai suatu nikmat atau suatu kebaikan. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدْ الله بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ


Artinya: Rasulullah bersabda: “barang¬siapa yang akan diberi kebaikan maka Allah berkehdak mem¬beri cobaan berupa musibah.” (Soheh Al Bukhary. Hadits no. 5313)

Menurut Abu Abi Alharwi, maksud hadits tersebut adalah diujinya seseorang dengan berbagai musibah yang menimpanya semata-mata agar memperoleh pahala kebaikan. Adapula yang mengartikan bahwa maksud hadits itu adalah untuk menampakkan suatu kebaikan maka ditimpalah musibah pada seseorang. (Fatkhul Baari)

Musibah Diampuni Dosa

Hikmah berikutnya dari suatu cobaan adalah diampuni dosanya. Sebagaimana hadits Rasulullah yang didengar oleh Abu Ubaidah:

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : من ابتلاه الله ببلاء في جسده فهو له حطة

Abu Udaidah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang diuji oleh Allah dengan suatu cobaan yang menimpa badannya, maka itu adalah pengampunan dosanya.” (tafsir Al Qurthubi).

إذا أحب الله قوما ابتلاهم فمن صبر فله الصبر ومن جزع فله الجزع

“Jika Allah mencintai suatu kaum mereka dicoba dengan musibah; apabila sabar dicap sebagai orang yang sabar, jika tidak akan ditimpa kegelisahan.”

Musibah tak Terelakkan

Musibah juga merupakan cobaan yang akan terus menimpa orang-orang beriman seperti hembusan angin yang menerpa pepohoanan. Karena orang-orang beriman akan selalu diujicoba. Sementara orang munafik cobaanya lebih berat.

Dalam hadist yang lain, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan musibah yang menimpa orang mukmin itu seperti tanaman. Tidak akan henti-hentinya diterpa angin. Sementara perumpamaan orang munafik se¬perti batang pohon yang kuat dan tak bisa digoyang oleh angin sehingga harus ditebang.” (Albayaan: 1580).

Wallahu a’lam. []

Sumber: Nuzhatul Majalis, Tafsir Al Qurthubi, Tafsir Ibnu Katsir, Albayan (Alquran/Hadits digital), Fatkhul Baari, Soheh Al Bukhary.

Muhamad Kurtubi,
Santri Pondok Pesantren Buntet – Cirebon, lulusan MANU 2008